Home / Berita / Artis Dadakan Di Bus Dua Rombongan Rakornas

Artis Dadakan Di Bus Dua Rombongan Rakornas

ARTIS DADAKAN DI ROMBONGAN BUS DUA Rakornas

SRPB.WEB.ID -Senin (3/2) siang, sebanyak 100 relawan dari berbagai organisasi yang bergabung dalam SRPB JATIM berangkat ke Sentul International Convention Centre. Dengan dua bus eksekutif mereka diberi kesempatan untuk melihat kemeriahan kegiatan Rakornas Penanggulangan Bencana tahun 2020 yang diselenggarakan oleh BNPB. Sebuah pengalaman langka bagi relawan. Ini bisa terwujud karena semuanya difasilitasi oleh BPBD Provinsi Jawa Timur. Sebuah simbiosa mutualisma yang terjalin indah antara BPBD Provinsi dan SRPB JATIM.

Ya,kemeriahan itu memang sudah tampak sejak mereka datang untuk registrasi menentukan bus mana yang harus dinaiki. Bus satu dipimpin oleh Cak Hakim, sementara bus dua dipandegani oleh Ning Ocha. Mereka berdua dipercaya untuk mengkondisikan agar selama perjalanan, peserta bisa menukmati dengan nyaman. Untuk urusan administrasi, Ning Chica dan Ning Puspita yang handle.

Begitulah, rombongan bus dua, sejak keluar dari lingkungan BPBD, kehebohan mulai terasa. Mulai dari saling berbagi jajan yang dibawa dari rumah, sampai munculnya bakat-bakat terpendam dibidang tarik suara. Ya, ada Probo (NH), Evi (Forest), Fathoni (MDMC), Darwan (BTB), Ali (FRPB), dan Sri (RAPI JATIM). merekalah yang bikin suasana di dalam bus dua penuh tawa, saling ngeledek, dan saling rekues lagu. Jujur suaranya rata-rata diluar pitch control.
Semuanya berbasis nekat dan wani isin. Jadinya ya enak juga di dengar karena memang tidak ada pilihan. Selalu saja setiap selesai satu lagu, langsung ditimpali dengan berbagai komentar yang mengundang tawa bahagia.
Irama dangdut, pop, dan campursari adalah genre music yang disenangi oleh seluruh rombongan bus dua. Terbukti setiap lagu yang dinyanyikan selalu diikuti bersama, tanpa mempermasalahkan cengkok dan tinggi rendahnya suara, yang penting semua senang. Sungguh bahagia saat melihat semua bergembira dalam kebersamaan.

Dian Harmuningsih, selaku koordinator, yang tidak bisa membersamai karena harus ke Jakarta lebih dulu naik pesawat, ketika dikabari suasana rombongan, hanya berkomentar, “Jika deritaku adalah untuk bahagia mereka, teman berasa sahabat. Maka, tak layak aku berduka dan menitikkan air mata.”.
Sungguh kata-kata bersayap yang tidak semua orang paham, begitu juga aku.
“Takkan ada yang tahu tentang terjalnya jalan, dukaku, sakitku, saat membangun mimpi bernama SRPB. Mimpi yang agung dan tidak sempurna, namun berasa luar biasa,” Katanya melanjutkan postingannya. Lagi-lagi perlu beberapa waktu untuk memahami rangkaian kata itu.

Sementara beberapa orang ada yang nekat joget tipis-tipis saat lagunya cocok dihati dan enak dijogeti. Walau kadang bus nya bergoyang karena jalan bergelombang, tidak mengendorkan semangat bernyanyi dan bergembira. Sambil tetap ngemil jajanan dan berceloteh riang.
Ada mendung, ada hujan, tapi sopir bus tetap konsisten dengan kecepatannya. Waktu maghrib bus dua memasuki rest area di wilayah desa Wungurejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Istirahat sejenak untuk sholat dan makan malam. Tidak lupa berswaphoto dengan teman baru untuk membangun jejaring, menambah pertemanan. Untuk kemudian bus melaju lagi menapaki jalan tol baru yang menghubungkan pulau jawa sehingga mempercepat waktu tempuh.
Sungguh keadaan tiba-tiba berubah pasca makan malam. Mungkin karena kekenyangan dan diserang rasa kantuk yang tiada tertahan, satu-satu anggota rombongan bus dua merebahkan diri mengikuti rasa kantuk yang tiada terperi. Masing-masing dengan gaya tidurnya, mencoba melepas penat. Ada yang ngowoh, ada pula yang ngorok.
Mungkin mereka sedang membangun mimpi tentang indahnya perjalanan ini. Mungkin hal ini juga terjadi dengan rombongan bus satu. Menikmati tidur di atas bus setelah becanda seharian. Sesungguhnyalah dari 100 relawan itu masing-masing banyak yang belum kenal secara dekat.

Untuk itulah, Koordinator SRPB JATIM, berharap, agar seusai ikut rakornas, kawan-kawan memiliki banyak jejaring, baik regional maupun regional. Juga memiliki wawasan yang sangat luas bahwa kami semua berada di dalam sistem penanggulangan bencana.
“Ingat disana banyak aktivis yang peduli terhadap pelestarian lingkunagn dan masalah kebencanaan, dengan berbagai keahlian. Dari merekalah kita bisa belajar melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan. Matur nuwun sudah berkenan bersama SRPB JATIM” Ujarnya menanggapi aneka postingan ucapan terimakasih karena diberi kesempatan meramaikan rakernas BNPB tahun 2020.

Tepat jam 03.33, selasa (4/2), rombongan relawan Jawa Timur mamasuki Rakornas di wilayah Desa Citaringgul, Kecamatan Babakan madang, Kabupaten Bogor. Dengan sisa-sisa capek semalam sebagai artis dadakan, mereka bergantian berbenah diri menyongsong kegiatan yang telah tersusun di agenda. Diawali dengan sarapan bersama Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Suban Wahyudiono yang membersamai menikmati nasi padang masakan restoran Sari Bundo yang cukup dikenal di daerah Sentul. [eB]

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *