Home / Berita / BAHAS RENPROG DI BAWAH TENDA KOMANDO

BAHAS RENPROG DI BAWAH TENDA KOMANDO

BAHAS RENPROG DI BAWAH TENDA KOMANDO

“Ingat, SRPB itu merupakan titik kumpul dari berbagai organisasi relawan untuk membuat kegiatan bersama dalam rangka peningkatan kapasitas di bidang penanggulangan bencana yang dibina oleh BPBD. Namun bukan berarti SRPB bawahan dari BPBD.” Kata Profesor Syamsul Maarif, saat memberikan pengarahan dalam acara rapat persiapan pengukuhan pengurus sekretariat bersama relawan penanggulangan bencana (SRPB) dan peresmian tenda pendidikan bencana (TENPINA), selasa (10/3), di halaman Kantor BPBD Provinsi Jawa Timur. Apa yang dikatakan guru besar Universitas Negeri Jember ini, sesungguhnyalah penegasan bahwa keberadaan SRPB merupakan wadah silaturahmi dan tukar informasi antar relawan dari berbagai organisasi. Sehingga akan memudahkan BPBD berkoordinasi untuk memobilisasi relawan dalam berbagai programnya, seperti sosialisasi pengurangan risiko bencana, penyuluhan sekolah aman bencana dan pembinaan destana. Termasuk menggerakkan relawan saat terjadi bencana.

Rapat yang di gelar dibawah tenda komando, didekat tenpina ini, diikuti oleh seluruh karyawan BPBD Provinsi Jawa timur, dipimpin langsung oleh Kalaksa, Suban Wahyudiono, didampingi Erwin, Sekretaris BPBD serta Gatot, sebagai Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Mereka membahas percepatan penyelesaian rencana membuat gapura, melengkapi isi tempina dengan berbagai dokumentasi, alat permainan edukasi serta informasi kebencanaan lainnya. “Segera buat sumur resapan dan alat penampung air hujan. Kemudian pasang tenda untuk seribu undangan serta membersihkan lingkungan yang akan menjadi tempat kegiatan yang akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur beserta jajarannya,” Kata Gatot memberi arahan kepada seluruh staf BPBD. Sementara, Sekretaris BPBD, menambahkan bahwa kegiatan ini harus didukung oleh seluruh bidang dan karyawan BPBD. Ini penting agar kegiatan ini, khususnya tenpina bisa di tiru oleh BPBD tingkat Kabupaten/Kota di Jawa timur.

“Ingat tenpina ini kata Prof Syamsul hanya ada di BNPB dan BPBD Provinsi Jawa timur. Sebagai media yang bisa mendekatkan masyarakat kepada BPBD yang membidangi masalah kebencanaan, sekaligus sebagai media untuk membangun budaya sadar bencana. Dengan demikian, suksesnya kegiatan ini merupakan kebanggaan Jawa Timur,” Ujarnya penuh semangat.

Selain kegiatan pengukuhan pengurus SRPB hasil kongres ke-2 tahun 2020, dan peresmian tenpina, BPBD Provinsi Jawa timur mempunyai agenda besar. Yaitu peringatan hari kesiapsiagaan menghadapi bencana nasional (HKBN). Mengingat waktu pelaksanaan cukup pendek, maka harus segera dibuatkan skenario, agar semua yang terlibat bisa menunjukkan kesiapannya dalam upaya menghadapi bencana. Peringatan HKBN ini adalah salah satu upaya membangun kesiapsiagaan yang merupakan faktor penting dalam kegiatan pencegahan dan pengurangan risiko bencana. Hal ini harus dilakukan melalui pelatihan dan simulasi yang melibatkan masyarakat dengan ujung tombak relawan. Akan lebih baik lagi jika simulasi yang akan dibuatkan skenario itu melibatkan seluruh elemen pentahelix, sehingga tampak kebersamaannya membangun kesiapsiagaan masyarakat Jawa timur menghadapi bencana. [Ebas]

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *