Home / Berita / Banjir Bandang Landa Pacitan, Lima Orang Warga Dilaporkan Hilang

Banjir Bandang Landa Pacitan, Lima Orang Warga Dilaporkan Hilang

Kepala BPBD Pacitan, Windarto menyatakan bencana banjir dan longsor yang terjadi di Pacitan sejak Selasa (28/11/2017) dini hari mengakibatkan tiga orang hilang hanyut terbawa arus banjir. Windarto mengatakan masih ada dua pria yang hilang terbawa arus banjir. Dari informasi yang dia peroleh di lapangan, dua pria tersebut bernama Eko dan Ardian. “Sementara ada korban yang sebelumnya berusaha menolong warga tapi malah hanyut, dua orang. Baru dicari ini, dari jam 03.30 pagi tadi, sepeda motornya sudah ditemukan tapi orangnya tidak ditemukan,” katanya saat dikonfirmasi Hamid – Humas BTB Jatim melalui telepon selular, Selasa (28/11/2017) pagi.

Sedangkan satu orang korban lain yang sebelumnya juga dikabarkan hilang sudah ditemukan selamat namun mengalami luka-luka. Saat ini, korban selamat yang belum diketahui identitasnya ini sudah dibawa ke rumah sakit. Selain itu, kata Windarto, ada dua orang di Desa Klesem, Kecamatan Kevonagung yang dilaporkan hilang. Rumah dua orang ini tertimbun material longsoran, namun belum dipastikan apakah dua orang ini berada di dalam rumah.

Kondisi darurat
BPBD Pacitan mengimbau kepada seluruh warga Pacitan agar meningkatkan kewaspadaan.
Peringatan itu disampaikan menyusul terjadinya banjir dan longsor di sejumlah titik di Kabupaten Pacitan, sejak Selasa (28/11/2017) dini hari. “Karena kondisi sekarang sudah bisa dikatakan darurat dan membahayakan, warga diminta meningkatkan kewaspadaan,” kata Sekretaris BPBD Pacitan (pengendali posko), Ratna Budiono saat dihubungi, Selasa (28/11/2017) pagi.
Ia mengimbau kepada warga agar segera mengungsi bila terjadi banjir dan longsor di wilayahnya. “Apabila terjadi banjir, kalau waktunya mengungsi segera mengevakuasi secara mandiri ke tempat aman, Jangan menunggu petugas,” katanya. Ia menambahkan, sejak sekitar pukul 06.00 WIB, warga yang rumahnya tergenang banjir sudah diungsikan ke tempat pengungsian yang disiapkan petugas BPBD Pacitan. Misalnya bagi warga Sirnoboyo yang terdampak banjir diungsikan di jalur lingkar selatan (JLS).

“Kami buatkan tempat pengungsian, bantuan dan dapur umum semua di sana,” kata Ratna, terkait dengan bantuan sembako, dia berharap agar masing-masing kelompok masyarakat aktif mengambil bantuan dan logistik. “Masyarakat yang memiliki kelompok komunitas di lapngan agar aktif mencari lokasi bantuan. Karena kami nghak mungkin bergerak ke rumah-rumah karena keterbatasan,” imbuhnya.

Ratna Budiono mengatakan, petugas BPBD di lapangan mengalami kesulitan komunikasi.
Pihaknya belum dapat memastikan, terkait identitas dan jumlah warga yang dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor yang terjadi di Pacihan sejak, Selasa (28/11/2017) dini hari.
“Laporan sementara, untuk orang hilang itu ada di dua lokasi. Yang satu mengalami luka-luka dan sudah diketemukan sudah kami bawa ke UGD,” kata Ratna Budiono.

Ia mengaku belum mengetahui identitas para korban yang dilaporkan hilang karena ada kendala pada peralatan komunikasi. “Kendala kami, semua alat komunikasi sedang blank. Di Desa Sirnoboyo, ada dua orang masih proses pencarian. Untuk sementara kami belum berani memastikan, sebab laporan resmi detail belum sampai ke posko induk,” jelasnya.

Radio komunikasi yang digunakan anggota BPBD Pacitan, sejak Senin (28/11/2017) malam habis baterai. Begitu juga dengan repeater radio juga mengalami trouble. “Radionya teman-teman sudah mati, karena dipakai sejak malam, batreinya habis. Repeaternya juga mengalami trouble, ponsel juga sulit di wilayah Pacitan,”katanya. Hingga saat ini, pihak BPBD masih berada di lokasi banjir dan longsor untuk membantu evakuasi korban dan mengirimkan bantuan logistik.

SRPB Jatim bersama organisasi relawan secara mandiri turun ke lokasi terdampak membantu sesuai kemampuan masing masing, sebagai wadah koordinasi organisasi relawan, SRPB memang tidak turun dengan bendera tersendiri namun membantu mengkoordinir relawan yang turun melalui komunikasi radio dan group whatsapp Ujar Dian Harmuningsih – Koordinator SRPB Jatim saat dikonfirmasi melalui telepon.

About ahas

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *