Home / Berita / Begini, Cara Penggunaan Dana Desa Untuk Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana

Begini, Cara Penggunaan Dana Desa Untuk Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana

Begini, Cara Penggunaan Dana Desa Untuk Kegiatan Pengurangan Resiko Bencana

SIDOARJO, SRPB.WEB.ID – Penanggulangan Bencana mengamanatkan untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana. Salah satu strategi untuk mewujudkan hal ini adalah melalui pengembangan desa/kelurahan tangguh terhadap bencana dengan upaya Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK).

Proses pengelolaan risiko bencana melibatkan secara aktif masyarakat dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau dan mengevaluasi risiko bencana untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kemampuannya.

Berbagai komunitas berkumpul di ruang Siaga, salah satu ruangan pertemuan dikomplek BPBD Provinsi Jawa Timur, Jum’at (1/3), Lokakarya Fasilitator Desa Tanggap Bencana (Destana) diadakan selama tiga hari. Dari pemaparan para pemateri sampai diskusi dilakukan pada acara tersebut. Semua kegiatan disupport oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.

Keberanian diperlukan untuk memulai dari hal yang terkecil, yaitu menyisipkan kegiatan tentang pengurangan resiko bencana. “Artinya programnya tetap, tetapi disisipi muatan yang berhubungan dengan Pengurangan Resiko Bencana (PRB),” kata mbah Gendon, dengan tampilan nyentrik rambut putih terkuncir berbaju batik, satu dari pemateri.

Perangkat desa bisa membeli handy talky (HT), untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dengan cepat. Pengadaan motor trail yang sesuai dengan medan sulit, bekal bagi pendataan (assessment) untuk bencana tanah longsor. PKK, karang taruna yang ada berlatih P3K dan belajar asupan gizi untuk memasak kebutuhan dapur umum.

Karena dibencana itu sangat komplek berbagai masalah, infrastruktur rusak, banyak orang sakit dan stres dari dampak bencana tersebut. “Dibutuhkan sebuah komunitas yang tangguh persiapan pengurangan resiko bencana yang ada didaerahnya yang rawan bencana,” tambahnya.

Menarik lagi, jika seorang relawan yang mengalami stres saat kegiatan pengurangan resiko bencana. Perlu adanya berapa waktu para relawan untuk berkegiatan pengurangan resiko bencana sesuai dengan kapasitas fisik secara maksimal yaitu tujuh hari sekali perlu pergantian relawan. (rys)

 

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *