Home / Berita / CARA MUDAH CARI IJASAH LEWAT KEJAR PAKET

CARA MUDAH CARI IJASAH LEWAT KEJAR PAKET

Judul di atas bukanlah guyon kelas kampungan, tapi itu benar-benar benar adanya di dunia pendidikan jalur pendidikan nonformal. Disana ada program pendidikan kesetaraan kejar paket A setara SD, paket B setara SMP, dan paket C setara SMA, yang masih banyak peminatnya walau sekolah formal sudah banyak yang digratiskan.
Ijasah kejar paket itu resmi dikeluarkan oleh Negara dan Setiap peserta didik yang lulus ujian program Paket A, Paket B atau Pekat C mempunyai hak eligibilitas yang sama dan setara dengan pemegang ijasah SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA untuk dapat mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi atau melamar pekerjaan. Ini penting, agar tidak terjadi diskriminasi dalam dunia pendidikan. walaupun di beberapa bidang masih terjadi diskriminasi.
Program ini tampaknya memang diciptakan untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung hidupnya sehingga gagal menikmati sistem pendidikan sekolah formal. Bahkan program kejar ini dipilih oleh orang yang malas belajar. Maunya cari mudahnya saja untuk mendapatkan ijasah sebagai bekal mencari kerja. Kerja apa saja asal kerja.
Namun demikian, program ini tetap diupayakan untuk diperbaharui agar sesuai dengan kekinian. Para pakar, praktisi, akademisi dan birokrat pendidikan pun sering mengadakan rapat menggunakan uang rakyat yang dianggarkan secara rutin untuk mencari formula jitu meningkatkan mutu program kejar kesetaraan.
Berbagai aturan, kebijakan, juklak, juknis dan bahkan kurikulum pun disusun dan diterbitkan untuk menjadi pedoman penyelenggaraan program kejar yang benar-benar bisa disetarakan dengan pendidikan sekolah. Baik mutu program, maupun mutu lulusannya seperti yang termaktup dalam 8 standar nasional pendidikan.
Mungkin secara konsep bisa. Beberapa lembaga penyelenggara program kejar kesetaraan sukses memainkan segala produk orang pinter langganan direktorat. Bahkan dalam ujian nasional, peserta didiknya yang dinominasikan lulus semua tanpa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti di sekolah formal.
Namun tidak sedikit penyelenggara yang cuek bebek dengan segala aturan yang dihasilkan oleh para spesialis pembuat aturan. Mereka ini berprinsip, bagaimana caranya setiap tahun kebagian dana bansos, dana blokgren, dan BOP yang sangat membantu operasionalisasi lembaga dan gaya hidup keluarganya.
Ya, mereka hanya berpikir bagaimana lembaganya semakin diminati oleh para pencari ijasah, itu saja. tanpa peduli upaya penyetaraan kualitas yang dilakukan oleh para pakar papan atas melalui program akreditasi berbasis kuota.
Pemilik lembaga kesetaraan jenis ini masih banyak. Mereka sangat jeli menangkap peluang program yang dananya bisa disulap. Bahkan kini mulai merambah dengan membuka jasa layanan program homeschooling, meniru usaha jasa beginian yang sudah sukses lebih dulu. Tampaknya homeschooling memang bergengsi.
Apakah mereka salah?. Tentu tidak. Jiwa bisnislah yang menuntun mereka membuka usaha jualan ijasah karena peluang keuntungannya besar sekali. Apalagi, saat ini untuk melamar pekerjaan itu yang penting punya ijasah, tanpa melihat transkrip nilai. Apalagi melihat bagaimana kualitas tutor dan penyelenggara program pendidikan kesetaraannya yang masih serba apa adanya.
Kalau sudah begini, apakah berarti sia-sia kerja cerdas para pakar diatas?. Jelas tidaklah. Pekerjaan mereka tetap banyak, salah satunya adalah melakukan revisi aturan dan kebijakan untuk bisa menggusur para penyelenggara kesetaraan yang masih nakal dan banyak akal ini. Salam Literasi. [eBas/rebo kliwon]Artikel Asal

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *