Home / Berita / DESK RELAWAN, SEBUAH GAGASAN BERANI

DESK RELAWAN, SEBUAH GAGASAN BERANI

Kamis, 17 Agustus 2017

DESK RELAWAN, SEBUAH GAGASAN BERANI

Saat
kongres Sekretariat Bersama Relawan Penanggulangan Bencana Jawa Timur (SRPB
JATIM), di Hotel Regent Park, Kota Malang, sempat disinggung oleh nara sumber
dari BNPB tentang perlunya relawan membuka Desk Relawan di dekat tenda Pos
Komando Penanggulangan Bencana (Posko PB). Desk Relawan ini berisi semua data
pergerakan relawan yang terlibat dalam operasi tanggap bencana. Semuanya
terdokumentasi, termasuk data kompetensi dan peralatan pendukung yang dibawa
oleh relawan.

Artinya,
saat tanggap bencana, sejak awal sudah tercatat ada berapa relawan lokal yang
membantu. Terdata juga jumlah tenaga relawan dari daerah lain yang akan
mengerjakan apa dengan siapa. Semua tercatat di Desk Relawan. Dengan kata lain,
Desk Relawan harus didukung data tentang keberadaan organisasi relawan yang ada
di wilayah Jawa Timur yang di dokumentasikan oleh SRPB JATIM, agar mudah
berkoordinasi.

Dalam
kesempatan lain, Dian Harmuningsih, Koordinator SRPB JATIM, sempat berbincang
dengan Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat, tentang recana program
yang bisa meningkatkan kapasitas relawan. Dalam kesempatan itu juga disinggung
tentang perlunya membentuk Desk Relawan, yaitu sebuah tenda tempat berkumpulnya
relawan di lokasi bencana, tempat untuk memantau situasi bencana sebelum
relawan bergerak atas perintah dari Posko PB.

Dengan
disebutnya istilah Desk Relawan di beberapa kesempatan, menandakan bahwa
keberadaan Desk Relawan dianggap penting untuk membantu kesibukan Posko PB yang
berisi berbagai elemen lintas lembaga, dan seringkali masih belum memahami
sistem komando tanggap darurat bencana.

Upaya memunculkan Desk Relawan ini tentunya
tidak semudah membalikkan kedua tangan. Perlu ada kesepahaman dengan para
pemangku kepentingan, dalam hal ini adalah BNPB/BPBD. Perlu dikonsultasikan
dulu dengan BPBD, baik provinsi maupun Kabupaten/Kota. ini penting agar
pendirian Desk Relawan di lokasi saat tanggap bencana tidak menimbulkan
kesalahpahaman. Bahkan jika mungkin, BNPB mengeluarkan Perka baru tentang Desk
Relawan.

Disamping
itu juga perlu menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni mengelola Desk
Relawan sehingga keberadaannya benar-benar bisa membantu meringankan kesibukan
Posko. Misalnya membantu distribusi logistik, membantu proses evakuasi,
mencatat keluar masuknya berbagai sumbangan dari masyarakat.

Jika
benar BNPB berkehendak melahirkan Desk Relawan, sudah sewajarnya jika sejak
sekarang dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh BNPB hendaknya melibatkan
pengurus Sekber, agar pihak terkait semakin mengenal keberadaan sekber yang
akan diberi tugas mengelola Desk Relawan. Misalnya kegiatan penyusunan rencana
kontijensi, pembuatan rencana penanggulangan bencana, kegiatan kesiapsiagaan
dan mitigasi serta sosialisasi pengurangan risiko bencana kepada masyarakat,
khususnya di wilayah rawan bencana.

Setelah
upaya membangun komunikasi dan koordinasi antara pemangku kepentingan dengan
relawan yang tergabung dalam sekber, barulah mencari bentuk dan menyusun aturan
main Desk relawan dengan segala sarana prasarana pendukungnya.

Mungkin
Idealnya, Ke depan, masih kata Ka Subdit Pemberdayaan Masyarakat, BNPB, Saat
terjadi bencana, Relawan yang dekat dengan lokasi bencana hendaknya segera ‘mendirikan’
Desk Relawan. Untuk memudahkan koordinasi, Tenda ini didirikan tidak terlalu
jauh dengan Pos Komando. Setiap relawan
yang hadir dalam aksi dan respon saat Tanggap Darurat bencana, harus melapor ke
Desk Relawan dengan disertai surat tugas dan info kecakapan (kompetensi) yang
dimiliki. Data ini kemudian disimpan oleh petugas Desk Relawan.

Desk
Relawan juga harus memiliki laporan harian dari relawan yang melaksanakan aksi
dan respon, sehingga relawan tidak harus mengikuti briefing harian di Posko
Utama. cukup diwakili oleh petugas desk relawan yang ditunjuk oleh pengurus
sekber.

Kemudian
jika masa tanggap bencana sudah selesai dan seluruh relawan balik kanan, maka
kewajiban Desk Relawan adalah memberikan piagam dan ucapan terima kasih yang
disahkan oleh BNPB/BPBD. Piagam ini penting sebagai salah satu bukti fisik
untuk dipergunakan melengkapi persyaratan mengikuti sertifikasi profesi
penanggulangan bencana.

Mungkin, melalui
kegiatan Arisan Ilmu yang digagas SRPB JATIM dan diikuti oleh berbagai pihak, kiranya
bisa segera dimulai dibicarakan kemudian dirumuskan keberadaan Desk Relawan
untuk diajukan ke BNPB maupun BPBD, sehingga bisa segera dibahas dalam bentuk
focus group discussion (FGD) yang melibatkan berbagai elemen relawan dan
pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana. Kalau gagasan ini tidak
segera dikongkritkan, dapat dipastikan akan masuk anging, alias hanya sekedar
wacana yang kemudian hilang ditelan angin malam. (eBas).

Diposting oleh


Info Relawan

di

19.12



Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

1 komentar:

  1. non-formal voices23 Agustus 2017 21.38

    yes

    BalasHapus

Tambahkan komentarMuat yang lain…

Original Article Relawan Penanggulangan Bencana Alam

About ahas

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *