Home / Berita / Dilema, Penggunaan Dana Desa Untuk Kebencanaan

Dilema, Penggunaan Dana Desa Untuk Kebencanaan

Dilema, Penggunaan Dana Desa Untuk Kebencanaan.

SIDOARJO, SRPB.WEB.ID – Berbagai komunitas berkumpul di ruang Siaga, salah satu ruangan pertemuan dikomplek BPBD Provinsi Jawa Timur. Jum’at (1/3), Lokalatih Fasilitator Desa Tanggap Bencana (Destana) diadakan selama tiga hari. Semua kegiatan disupport oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.

Jangkar Kelud, satu komunitas dalam Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) ternama didaerah sekitar Gunung Kelud, hadir sebagai peserta. “Berbagi pengalaman dalam kegiatan pengurangan resiko bencana, perlu, khususnya untuk menuju desa tangguh untuk tanggap bencana,” kata Catur Sudharmanto, relawan dari Jangkar Kelud.

Permasalahan yang ada, kurangnya informasi penggunaan dana desa. Hal ini menjadi dilema pada perangkat desa saat akan menganggarkan pada bidang kebencanaan, khususnya disegi pemberdayaan masyarakat desa.

Peraturan Menteri (Permen) nomor 16 tahun 2018, tidak hanya pada program yang bersifat pembangunan fisik saja melainkan juga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pemerintah desa/kelurahan, seharusnya tidak perlu takut untuk menggunakan dana desa tersebut pada kebencanaan.

Sekarang diperkuat orangnya, dengan pelatihan-pelatihan mengenai pengurangan resiko bencana. “Nantinya pasti akan dibicarakan dengan berbagai pihak yang terkait, guna menjadikan desa/kelurahan yang tangguh dalam tanggap bencana didaerahnya,” tambah mbah Darmo, sapaan akrab disekitar relawan dan sebagai perangkat desa didaerahnya. (rys)

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *