Home / Berita / FRPB PAMEKASAN DITANGAN BUDI CAHYONO

FRPB PAMEKASAN DITANGAN BUDI CAHYONO

 

Dapat dipastikan, seluruh komunitas relawan yang ada di wilayah Kabupaten Pamekasan, kenal dengan sosok Budi Cahyono. Pria berkaca mata ini dikenal sebagai aktivis radio antar penduduk Indonesia (RAPI) yang dipercaya menjadi ketua pengurus RAPI sampai tahun 2023. Dibawah kepemimpinannya, RAPI aktif bersinergi dengan pihak-pihak yang bergerak di bidang penanggulangan bencana.

Konon, Abah Budi, begitu penulis memanggilnya, juga menjadi asesor kebencanaan dibawah naungan LSP-PB. Namun saat ini kegiatan pria berkumis yang menonjol adalah membantu percepatan penanganan covid-19 di wilayah Kabupaten Pamekasan. Seperti kegiatan penyemprotan disinfektan ke berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial, ikut aktif di pos pemantauan masyarakat yang masuk Pamekasan.

Dengan membawa gerbong FRPB, Abah Budi aktif melakukan edukasi pemahaman protokol kesehatan kepada masyarakat, pelajar dan santri di Pondok Pesantren. Dia juga membuka kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat membuat gerakan bagi-bagi masker, hand sanitizer, dan sembako untuk warga yang ekonominya terpapar pandemi dari Kota Wuhan

Ya, pria yang tergolong perokok berat ini, disamping mengayomi anggotanya, dia jago ‘merangkul’ pihak lain, baik dari kalangan pemerintah maupun komunitas untuk turut serta mensukseskan programnya. Hal ini karena semua aktivitasnya transparan, akuntabel dan langsung dirasakan oleh masyarakat yang menerima manfaat dari kerja-kerja sosialnya.

Apalagi, semua kegiatannya selalu di beritakan oleh media online. Sehingga, semua kiprah FRPB sejak pandemi masuk Kota Pamekasan diketahui oleh khalayak ramai. Dari situlah kepercayaan masyarakat kepada komunitas yang dipimpin Abah Budi, tumbuh dengan ditandai banyaknya donatur yang mendukung gerakannya.

Dengan kata lain, sinergi pentahelix, dalam hal ini pelibatan media massa sebagai upaya penanganan covid-19 benar-benar nyata adanya. Pihak kampus pun juga menoleh kiprah FRPB dengan melibatkan mahasiswanya yang mengambil program KKN Tematik.

Begitu juga dengan pihak TNI Angkatan laut, berkenan menggandeng FRPB untuk melaksanakan kegiatannya di wilayah Pamekasan. Begitu juga dengan elemen yang lain. Sungguh sinergi pentahelix yang harmonis dengan dilandasi oleh kesepahaman langkah dalam mensukseskan sebuah program. Semuanya didokumentasikan dengan apik oleh “kuli fleshdisk”.

Semua itu menandakan bahwa dalam mengetuai organisasi nirlaba ini, pria bersuara serak-serak basah ini benar-benar menjalankan tugas sesuai amanah saat pelantikan. Bukan sekedar jadi ketua untuk memperlancar kepentingan pribadinya.

Hal ini dibuktikan Budi dan pasukannya yang menjadi mitra SRPB Jawa Timur, tiada lelah menyumbangkan tenaganya untuk membantu masyarakat dari ancaman bencana kekeringan dan kebakaran, disamping tetap fokus pada upaya memutus rantai sebaran covid-19.

Ya Budi Cahyono bersama pasukannya memang terus bergerak dan selalu bergerak membantu pemerintah setempat melaksanakan program penanggulangan bencana. Mungkin begitulah cara Abah Budi menyerukan cinta kepada sesama diantara perbedaan yang ada. Karena perbedaan adalah anugerah dan kekuatan untuk kerja-kerja kemanusiaan. Salam Tangguh. Bersatu Bersinergi untuk Berbagi. [eB]

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *