Home / Berita / Harapan Untuk Pengurus SRPB Jatim Yang Baru

Harapan Untuk Pengurus SRPB Jatim Yang Baru

HARAPAN UNTUK PENGURUS SRPB JATIM YANG BARU

   

 

SRPB.WEB.ID –     “wakakak.. Jadi Yo fungsine mek Mentok notok njedok sebagai tempat Berkumpul Organisasi sesuai yang sampean katakan diatas. Tanpa Mimpi Besar dan Kemampuan Realisasi besar tak kan Mungkin Hal besar akan tercapai. Lek Karakter Kita sih Relawan yang Memang Bergerak. Bukan Relawan Retorika yak,” Kata Aphan dalam komentarnya. Diskusi yang menarik dan cerdas itu diinisiasi oleh Yeka dalam postingan di facebooknya. Mereka dengan cerdas mencermati keberadaan SRPB JATIM yang sebentar lagi akan berkongres. Sungguh semua gagasan yang terlontar itu sangat bermanfaat untuk meningkatkan keberadaan SRPB, agar semakin terasakan kehadirannya. Pinjam istilahnya Aphan, Biar SRPB lebih Membumi, dan Lebih dikenal dimasyarakat. Bukan hanya dikenal hanya Dilingkup Relawan. “Siap Om, kita coba pelan-pelan, ternyata emang tidak mudah. Tapi saya yakin teman-teman akan berusaha menuju kesana. Evaluasi apa yang sudah dilakukan dan masukkan dari dulur-dulur itu menjadi penting untuk kemajuan bersama. Tetap semangat kita maju bersama-sama,” Kata Yeka, menanggapi kritikan cerdas dari relawan berpengalaman yang berdomisili di Kota Malang. Sesungguhnyalah fungsi komentar itu tidak sekedar menyamaikan gagasan dan solusi belaka, tapi hendaknya berupaya mengedukasi dan menginspirasi siapa saja yang membaca untuk berbuat sesuatu, sekecil apapun.

Sementara Tezar, relawan yang berlatar belakang pramuka, dalam postingannya bilang, “ijin sharing senior….saya rasa tidak seperti itu juga kakak. Karena konsep awal SRPB adalah sebuah tempat berkumpulnya organisasi relawan yang ada di Jatim, maka yang bergerak di lapangan tetap organisasi potensi yang ada dan SRPB tetap memfasilitasi dan mendampingi. Tetap potensi relawan mitra SRPB yang bergerak kakak. Namun saya sependapat dengan bait terakhir sampean, yang mengatakan semoga SRPB tidak hanya menjadi serapan. Mohon maaf senior sudut pandangnya berbeda sedikit sekian derajat,”.

    Sungguh, aneka komentar yang muncul merupakan bentuk perhatian yang perlu diapresiasi dan menjadi bahan pemikiran bersama untuk kedepannya, bagaimana mendorong pengurus SRPB agar bisa tampil seperti yang diharapkan dalam diskusi ini. Paling tidak semua saran masukan ini bisa menjadi bahan dalam menyusun program tiga tahun ke depan. “Pembahasan dan diskusi yang gak pernah ada habisnya. Dimana pun kita ngopi dan cerita. Emang terlalu besar, tapi kalau melihat semangat teman-teman relawan dan lembaga yang ada, saya yakin bisa tinggal waktu saja yang menjawab. Tetap semangat dan optimis, kawan,” Ujar Yeka, yang saat ini sedang di Palu, Sulawesi. Masih kata pria yang suka bermain kano dan mancing ini, Mungkin kita baru bisa berbuat secara personal, Karena lembaga hanya wadah atau media untuk bisa berbuat sesuatu, berkreatifitas untuk membantu sesama. Wadah atau medianya bisa macem-macem, tapi niatnya sama, membantu sesama. “Jadi menurut saya, apa pun lembaga atau organisasinya bukan masalah, yang penting kebersamaan kita dalam melaksanakan kegiatan, saling mendukung, saling mengisi dengan tujuan yang sama menolong tanpa pamrih,” Ujarnya. Menurut alumni Unisma ini, Kalau ada perbedaan sudut pandang, itu hal wajar Karena latar belakang kita yang beragam. Tapi diskusi kita di media FB ini banyak memberikan masukan, untuk melihat sesuatu lebih baik dan jauh kedepan.

   Terkait dengan yang disampaikan oleh Papanya Jeje, Aphan dengan daya kritis diatas rata-rata itu mengatakan bahwa, “Dengan menahbiskan diri menjadi SEKRETARIAT BERSAMA.. ya memang harus benar-benar menjalankan Managemen Relawan yang Kaffah.. Bukan Hanya Untuk Menjalin Gerbong Untuk Show of Force menekan Pihak Lain Bahwa ini Lho Kekuatan Kita Besar. Jadi Gandeng Kita. Tapi Outputnya hanya untuk Orang-orang itu saja. Semoga Tidak seperti itu,”. Sebuah harapan yang cukup menohok dari seorang yang tidak pernah terlibat langsung dalam kegiatan SRPB, yang tidak pernah bercapek-capek ria menyusun program yang bisa dinikmati bersama, tapi bisa dengan cerdas memberi masukan yang sangat ideal sekali dari relawan sekaligus organisatoris yang mumpuni. Mungkin suatu saat bisa berkenan menjadi nara sumber di acara Arisan ilmu Nol Rupiah. Semoga pengurus baru nanti tidak langsung mules jika dituduh hanya show of force menekan pihak lain. Tidak tahu apa maksudnya, yang jelas SRPB tidak pernah menekan pihak lain, karena memang tidak punya daya tekan seperti mereka yang suka menekan. Berharap istilah menekan itu tidak menjadi bahan fitnah baru. Sementara Tezar, berkomentar bahwa secara de facto SRPB seperti sebuah perkumpulan organisasi yang punya program dan dijalankan bersama-sama. Sementara de jure nya anda bisa melihat sebuah retorika pembagian mimpi dan belum sejalan dengan angan yang sangat besar dan luar biasa.

       Saat meanggapi postingannya Aphan, Tezar, yang juga bekerja di perusahaan listrik negara (PLN), juga berkomentar, “Hwhahahaa iku salah satu PR buuuessar sam.Tdk hanya di srpb saya rasa dan yakin kita pun merasakanya Di wilayah kita sendiri lah, Di tanah kita aja sam sampean bisa membayangkan eh maaf wong kita jg sering mengalami,”. Masih Kata pegawai PLN ini, kita mengalami hal ini di tanah kelahiran kita ini senior. Ada hal yang hampir sama dan bahkan saya bilang sama persis bahkan sepertinya lebih duluan terlahir namun kenyataanya sama dengan ini hanya bedanya masih bisa diajak menyerap yang bait terakhir tadi. Sungguh sebuah retorika yang enak didiskusikan, namun juga tidak bisa dipungkiri retorika yang masih berguna untuk menjadi motivasi agar tidak mati. Karena sesungguhnyalah semua aksi nyata itu berawal dari retorika.

        Sementara sebagai Koordinator SRPB, Dian Harmuningsih lebih banyak menyimak diskusi online ini. Ini dimungkinkan karena emaknya Falain ini sedang mendampingi panitia kongres yang sedang gulung gemek menyiapkan kongres secara kaffah.              “Saya nyimak aja. Biar jadi bahan introspeksi saya selama 3 tahun. Tetap alhamdulillah Mas Aphan masukan njenengan sebenarnya sudah kami coba laksanakan, sayang engkau tidak duduk disampingku, kawan, sehingga tidak tahu banyak kendala di sana. Saya ini hanya abdi dalem yang selama ini banyak menerima masukan, kritikan dan persaudaraan tulus di SRPB. Saya bersyukur selalu,” Ujarnya. Dian pun berharap, Semoga pengurus hasil Kongres II nanti lebih hebat dan bisa menjawab tantangan dan harapan diatas. Sesuai jargon SRPB yang selalu diteriakkan, “Bersatu, bersinergi untuk peduli,”. Semuanya ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas relawan dalam kerja-kerja kemanusiaan. Salam Tangguh.[eB]

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *