Home / Berita / Hormati Protokol Kesehatan, Tim Juri Destana Wajib Rapid Tes

Hormati Protokol Kesehatan, Tim Juri Destana Wajib Rapid Tes

Dian Harmuningsih Koordinator SRPB Jatim menjalani Rapid Tes

Madiun – Lomba Destana (Desa/Kelurahan Tangguh Bencana) se-Jawa Timur Tahun 2020 terus berlanjut. Setelah sebelumnya melakukan penjurian dengan meninjau langsung desa-desa tangguh di Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Sumenep, Malang, Batu, Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Banyuwangi, Kediri dan Magetan, sampailah penjurian di Kab Madiun (21/9/20).

Setelah sampai di lokasi penjurian, Desa Durenen Kecamatan Gemarang, seluruh tim juri yang dipimpin oleh Andhika NS -Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Jawa Timur, bersama anggota tim yang terdiri dari unsur BPBD Jatim, SRPB (Sekretariat Bersama Relawan Penanggulangan Bencana) Jatim, DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Dinas Sosial Provinsi Jatim, IABI (Ikatan Ahli Bencana Indonesia) Jatim, menjalani rapid tes. “Ini merupakan tanggung jawab kami dalam menegakkan protokol kesehatan pencegahan wabah covid-19.” Ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi.

Relawan Destana Desa Durenan

Dalam pengamatan selama penjurian Dian Harmuningsih (Koordinator SRPB Jatim) mengapresiasi kekompakan dan rasa kemanusiaan yang tinggi dari relawan Destana Desa Durenan yang tercatat berjumlah 85 orang. Mereka sigap menjalankan sistem kolak (Komunikasi Langsung Pelaksanaan), dimana tiap anggota memakai HT mengingat signal internet kurang mendukung. Dengan alat komunikasi tersebut mereka bisa saling berbagi informasi dari titik-titik siaga rawan longsor.

Relawan desa Durenan memberi perhatin khusus pada warga yang bekerja diluar Kabupaten Madiun. Bila warga pulang ke Madiun relawan akan menginformasikan wajib karantina atau memilih isolasi mandiri selama 14 hari.

Purnomo Kepala Desa Durenan mengatakan bahwa relawan bekerja dengan prosedur ketat. Selama PSBB covid-19, mereka membuat aturan bahwa orang dari luar desa tidak boleh masuk. Diataranya tukang pos, layanan titipan kilat dan sejenis, bahkan para collector pembayaran cicilan. Semua barang atau surat hanya sampai di balai desa. Selanjutnya relawan akan meneruskan barang/surat ke rumah warga.

Dian Harmungsih (Koordinator SRPB Jatim) Wawancarai Relawan

Sangat luar biasa semangat dan kepedulian relawan desa Durenan. Mereka tak lelah mendatangi warga setiap 5 hari sekali untuk cek suhu, wawancara tentang kondisi kesehatan warga, dll.

Di akhir acara para relawan senang ketika ketua tim peninjau, Tiffany Bawole menyampaikan resume hasil dan masukan-masukan agar tahun depan bisa ikut tingkat yang lebih tinggi yakni Madya, dari yang semula kategori Pratama. Dan tentu saja semua tim peninjau cukup puas dengan hasil yang ada di empat aspek, yaitu kesehatan, anggaran, kesiapsiagaan dan risiko.

Semoga Desa Durenan maju terus, relawan tetap semangat menyala (*)

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

2 comments

  1. Kapan srpb mengadakan oprek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *