Home / Berita / Informasi Bahaya Bukan Lagi Ancaman, Seharusnya Berpihak pada Sosiologi Masyarakat

Informasi Bahaya Bukan Lagi Ancaman, Seharusnya Berpihak pada Sosiologi Masyarakat

Informasi Bahaya Bukan Lagi Ancaman, Seharusnya Berpihak Pada Sosiologi Masyarakat

MALANG, SRPB.WEB.ID – Informasi bahaya bencana dari para praktisi bencana, selayaknya tidak diinformasikan secara umum. Keadaan takut dan panik akan dirasakan masyarakat dan gaduh yang berdomisili di daerah bahaya bencana.

“Data informasi awal bahaya bencana, selayaknya diinformasikan pada kalangan tertentu, bukan diinformasikan semuanya pada khalayak umum,” kata Syamsul Ma’arif, saat diskusi Kegiatan Intelijen Bencana pada Rapat Koordinasi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan dalam Penanggulangan Bencana di Hotel Aria Gajayana Malang, Rabu (13/3).

Menurutnya, ada batasan mengenai penyampaian informasi bahaya bencana, mana yang harus disampaikan dan mana informasi yang tidak perlu disampaikan. Seperti menginformasikan kegiatan intelijen pada TNI dan Polri, harus ada pada kegiatan penanggulangan bencana.

Informasi yang langsung tersampaikan tanpa dipilah, berakibat pada kerentanan sosiologi bencana yang berakibat melawan, atau menghindari bahaya bencana tersebut. Bukan malah masyarakat takut akan informasi bahaya bencana tersebut.

“Semisal, ditemukan ada rekahan baru, didapat dari data para praktisi bencana. Segera pilah informasi mana yang akan disampaikan kepada masyarakat,” tambahnya, dengan gaya semangat dan santai saat menjelaskan materi diskusi.

Sampaikan juga solusi yang cepat tepat dalam kegiatan pengurangan resiko bencana. Sehingga kita waspada akan bahaya, tangguh dalam segala kegiatan dan selamat dari semua bahaya bencana.

Dibutuhkan sebuah konsep Tangguh untuk pengurangan resiko bencana. “Buat sebuah konsep mengenai kegiatan pengurangan resiko bencana yang TANGGUH, disemua daerah dan segera laksanakan konsep tersebut,” akhir penjelasannya, sekaligus sebagai Guru Besar Universitas Pertahanan dan konsentrasi pada Sosiologi Kebencanaan. (rys)

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *