Home / Jagongan Rebo Wage di Sekretariatan SRPB Jawa Timur

Jagongan Rebo Wage di Sekretariatan SRPB Jawa Timur

 

SRPB.WEB.ID -Modal dasar menjadi pengurus organisasi nirlaba itu yang utama adalah kober dan bener. Sukur-sukur juga pinter. Sehingga organisasi akan bisa berjalan sesuai dengan tujuan yang telah disetujui secara aklamasi di dalam rapat resmi. Kober disini bisa diantikan dengan senang hati ikhlas berkorban mengurus organisasi disaat pengurus dan anggota sedang sibuk dengan kesibukan pribadinya. Memang berat dan tidak gampang. Namun di dalam sebuah organisasi dapat dipastikan akan ada anggota yang mau bekerja sendiri dalam sunyi. Itulah panggilan hati yang tidak bisa dipungkiri. Begitulah benang merah yang bisa ditarik dalam acara ngobrol bareng tanpa kopi bersama teman-teman yang tergabung di Siaga Kota Surabaya dengan Dian Harmuningsih, Koordinator SRPB JATIM. di gedung Siaga, lantai dua, BPBD Provinsi Jawa timur, Rabu wage (16/10) siang hari.

Ngobrol bareng secara spontanitas ini diramaikan oleh kerupuk Bangka, oleh-oleh dari peserta Jambore Relawan di Bangka Belitung. Juga ada kwaci dan klethikan lainnya. Tidak lupa ada yang istimewa, yaitu sego bungkus menu Padang rasa Sumorame, Sidoarjo. Rasanya enak, suasana menjadi semarak. Pertemuan berlangsung nyantai sambil nglethisi kwaci. Tidak ada topik tertentu. Semuanya mengalir begitu saja, dari cerita tentang pengelolaan SRPB JATIM sampai agenda rutinan arisan ilmu yang menjadi ikon SRPB JATIM. dimana, tujuan Arisan Ilmu itu sebagai media sambung paseduluran untuk membangun saling peduli, saling berbagi informasi dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kapasitas relawan penanggulangan bencana. Kemudian dilanjutkan dengan cerita pengalaman teman-teman Siaga Kota Surabaya dalam beraktifitas sampai munculnya gagasan membentuk Siaga Kota Surabaya sebagai wadah dari berbagai komunitas yang ada di Surabaya untuk membangun sinergi dalam rangka kerja bareng dibidang kemanusiaan dan pelestarian lingkungan alam.

“Terimakasih atas sharing ilmu dan pengalamannya yang diberikan kepada teman-teman Siaga Kota Surabaya. Dari situ kita dapat sama-sama belajar menjadi relawan yang benar dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan,” Kata Adi Sucipto, sebagai juru bicara.

Masih kata anggota Relawan Surabaya, hari ini kita saling belajar bagaimana mengelola organisasi nir laba dengan baik, sehingga kiprahnya bisa membawa kebermanfaatan bagi anggotanya. Dia juga mengatakan bahwa kehadiran Siaga Kota Surabaya itu nantinya tidak akan menggeser keberadaan komunitas yang telah ada dengan segala keunikannya. Bang Alis mengatakan bahwa usahakan kita bisa menghidupi organisasi, jangan kita numpang hidup di organisasi. Sebuah pesan mendalam yang perlu direnungkan sebelum menjalankan program organisasi. Sungguh, pengalaman mengajarkan kepada kita bahwa organisasi akan goyah manakala pengelolaan keuangan kelompok tidak transparan sehingga menimbulkan sakwa sangka, untuk itulah keuangan organisasi harus dikelola dengan bener. Untuk mengurangi sakwa sangka itu perlu ada pertemuan rutin guna menyamakan chemistry diantara individu-individu yang tergabung dalam Siaga Kota Surabaya sehingga dapat berpartisipasi dalam mengembangkan kemitraan antara komunitas, dunia usaha dan pemerintah kota untuk mendukung kerja-kerja kemanusiaan. Wallahu a’lam bishowab. [eBas]