Home / Berita / Kearifan Lokal Sebagai Bagian Pengetahuan Dari PRB

Kearifan Lokal Sebagai Bagian Pengetahuan Dari PRB

Kearifan Lokal Sebagai Bagian Pengetahuan dari PRB

BULELENG, SRPB.WEB.ID – Pengurangan resiko bencana (PRB) adalah suatu proses pembelajaran bersama yang bersifat interaktif ditengah masyarakat dan lembaga-lembaga yang ada.

Pembelajaran bersama, lebih luas dari pembelajaran formal di sekolah dan universitas. Namun, pengakuan dan penggunaan kearifan tradisional, serta pengetahuan lokal tidak bisa ditinggalkan.

“Bagaimana cara menyelamatkan diri dari bencana gempa bumi? Yang membunuh bukan gempanya, tapi reruntuhan bangunannya,” kata DR. Hendro Wardhono, M.Si, dipemaparannya mengenai pengurangan resiko bencana pada Dharma Relawan Adhirajasa (DRA) Relawan Penanggulangan Bencana, Rabu (27/3), di Wisma Nangun Kerti, Buleleng, Bali.

Menurutnya, cara menyelamatkan diri dengan menghindar dari bangunan tersebut, efek dari bencana gempa saat terjadi gempa.

Di sekitar gunung Kelud, seorang Camat mendata mobil, aset dari para warganya dan mengharuskan memarkir moncongnya mobil keluar ke arah jalan. Selebihnya, melarikan diri kearah titik kumpul aman yang telah ditentukan sebelumnya.

“Mereka tidak bisa belajar dan membaca respon tentang ancaman bencana dengan bahasa intelektual kebencanaan,” tambahnya, sebagai akademisi dalam Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).

Belajarlah proses pengurangan resiko bencana dari mereka-mereka, bukan hanya belajar di forum resmi. Mereka lebih paham akan kegiatan proses pengurangan resiko pengurangan bencana sesuai naluri akan respon ancaman bencana melalui kearifan tradisional, serta pengetahuan lokal. (rys)

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *