Home / Berita / Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia

Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia

SURABAYA, SRPB.WEB.ID – Berbagai program sosial sebagai investasi untuk kesejahteraan masyarakat luas, sama halnya berinvestasi pada masa depan suatu perusahaan. Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Sampoerna dibawah payung ‘Sampoerna untuk Indonesia’. Bencana gempa Aceh ditahun 2004, Sampoerna mengawali kegiatan tanggap bencana. Keberadaan Sampoerna Rescue, (CSR Sampoerna, red) mengawali partisipasinya. Juga merasakan carut-marutnya penanganan bencana di Indonesia sebelum adanya Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB) dari pemerintah yang menangani khusus bencana alam.

Dukungan dari pihak dunia usaha sebagai percepatan penanggulangan bencana, memberikan dampak langsung selain dari pihak pemerintah dan masyarakat. Bencana gempa dan tsunami di Indonesia yang dianggap bencana menelan kerugian paling besar, serta penyelamatan korban, Sampoerna Rescue telah diakui di tingkat lokal dan nasional. Diawal 2012, Sampoerna terus meningkatkan program kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan membangun pusat pelatihan bencana, Sampoerna Rescue Training Center (SAR-TC). Berbagai pelatihan kesiapsiagaan bencana yang melibatkan beberapa institusi sering dilakukan di SAR-TC, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) -seperti Pasuruan, Tuban, Jombang, Kediri, Tulung Agung, Gresik, Pidie Jaya, Bima dan Bukit Tinggi-, Palang Merah Indonesia (PMI) Malang dan sejumlah universitas. Hal ini juga termasuk kerjasama dengan Perwakilan Manajemen Lumpur Sidoarjo.

Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia

Bertepatan dengan Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) BNPB di Surabaya, pada hari ini (2/2) sampai tiga hari kedepan, Sampoerna Rescue di undang BNPB pada rakornas. “Sampoerna Rescue hadir di acara (rakornas BNPB, red) ini, atas undangan Sekretaris Utama BNPB,” kata dokter Kukuh PB, selaku Koordinator Relawan Sampoerna Rescue. Nantinya, sambung dokter Kukuh, Sampoerna Rescue sebagai undangan perwakilan dari CSR Sampoerna. Harapan besar di acara rapat koordinasi nasional BNPB kali ini, mengajak relawan yang berada di CSR untuk selalu sesuai arahan dari BNPB (dan BPBD, red), saat berpartisipasi dilokasi bencana.

Keberlanjutan program CSR dari Sampoerna, sangat dibutuhkan dan menjadi tanggung jawab bersama untuk percepatan penanggulangan bencana di Indonesia. Sesuai dengan undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, tidak hanya pihak pemerintah dan masyarakat, tapi juga dibidang usaha (CSR, red), menjadi tanggung jawab bersama. (rys)

About ahas

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *