Home / Info Bencana / Kepada Pengurus SRPB Jawa Timur Yang Baru

Kepada Pengurus SRPB Jawa Timur Yang Baru

KEPADA PENGURUS SRPB JAWA TIMUR YANG BARU

SRPB.WE.ID-Sabtu pahing (7/3), cuaca tampak kurang bersahabat. Mendung seharian. Matahari hanya sebentar menampakkan diri, untuk kemudian gerimis dan hujan deras menggenangi kampungku. Air pun sempat masuk lewat saluran kamar mandi dan dapur.

Sementara di Joka, Ning Ocha, Pakdhe Kopros, Koko Leo dan lainnya santai bercengkerama dengan Pak Prof, sang pemilik Rumah Budaya Joglo Kadiren, sambil minum segarnya air hujan yang dipercaya menyehatkan badan. Entah apa yang dibicarakan dengan gayeng. Karena aku tidak ikut bercengkerama, sibuk dengan kehidupanku sendiri.

Sambil menikmati derasnya hujan, anganku melayang jauh kemasa awal berdirinya SRPB JATIM. Konon, dalam pembentukannya dulu, yang dijadikan payung hukum dalam berkegiatan adalah Perka nomor 17 tahun 2011, yang membahas tentang kerelawanan. Dari situlah pengurus terpilih membuat program yang tidak boleh menyimpang dari Perka 17 tersebut. Walaupun nyatanya, sulit untuk ditaati karena berbagai alasan pembenar untuk tidak mentaati.

Artinya, Perka 17 tersebut harus diterjemahkan sedemikian rupa oleh pengurus sesuai dengan kebutuhan, karakteristik dan kesepakatan dari relawan yang berkenan dengan ikhlas dan sukarela bergabung di dalam SRPB JATIM. Sehingga pengurus dan mereka yang mau langkah berjibaku dalam upaya menghidupi SRPB JATIM agar tetap berjalan dari pada tidak berjalan sama sekali dan tidak salah dalam melangkah.

Sembari melihat fotonya ning Ocha di Joka, yang duduk di antara Pak Prof dan Pak Hendro, teringat pula saat awal merancang kegiatan yang hanya diikuti oleh orang yang itu-itu saja, akhirnya bisa merumuskan dan menyepakati pertemuan rutin yang diberi nama arisan ilmu sebagai media komunikasi agar organisasi tidak layu sebelum berkembang, alias mati ditinggal aktivisnya pergi.

Agenda yang digelar rutin ini, bolehlah disebut sebagai program ‘andalan’ yang bertujuan mempererat persaudaraan antar relawan dari berbagai organisasi sekaligus untuk menambah wawasan dan media tukar informasi dalam rangka membangun sinergi. Semoga kegiatan yang sudah banyak di tiru oleh berbagai pihak ini tidak dianggap nyalahi statuta yang disepakati, khususnya Perka 17, yang di dalamnya tersirat peran relawan dalam upaya memberikan penyuluhan dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Sementara, arisan ilmu ini dipercaya dan disepakati sebagai salah satu bentuk edukasi dan penyuluhan.

Tiga tahun pertama sudah dilewati dengan tertatih-tatih namun hasilnya lumayan dan semakin dikenal berbagai pihak. Kini SRPB JATIM sedang menyusun pengurus baru hasil kongres ke 2, yang diwarnai dengan munculnya organisasi abal-abal yang jadi peserta kongres namun tidak bertanggungjawab. Pasti koordinator terpilih sudah memiliki agenda untuk menentukan pengurus yang akan membantu menterjemahkan gagasannya. Tentunya agenda yang dirancang itu tetap bercermin kepada program lama yang belum terlaksana dan harus lebih dioptimalkan lagi. Mungkin, tidak terlalu salah jika di tahun pertama ini, jajaran pengurus berkonsetrasi pada upaya pembinaan organisasi relawan di berbagai daerah yang telah menjadi mitra. Mungkin bukan pembinaan yang kesannya ‘menggurui antara atasan dan bawahan’. lebih tepatnya mengenalkan pengurus baru beserta programnya. Tentu diharapkan dengan acara turba ini semakin banyak relawan dari berbagai organisasi yang turut aktif berpartisipasi meramaikan perjalanan SRPB JATIM untuk tiga tahun ke depan.

Gerimis kecil tetap setia membasahi kampungku. Gerobak reot penjual Tahu tek lewat menyapa di depan rumah, membuyarkan lamunanku tentang indahnya kebersamaan menjaga perjalanan SRPB JATIM. Istriku minta dibelikan. Katanya biar tidak masuk angin.

Beberapa pengurus lama yang sudah demisioner, bilang kepadaku, walau nanti tidak terpilih lagi, mereka tetap berkomitmen untuk turut serta menghidupi SRPB JATIM dengan caranya sendiri, tetap mendukung segala kebijakan yang diambil pengurus, dengan terlibat langsung maupun cukup member petunjuk dibelakang layar. Ya, pada dasarnya, pengabdian itu bisa dimana-mana. Tidak hanya ketika menjadi pengurus. Salam Tangguh, Salam kemanusiaan. Tetap bersatu, bersinergi untuk peduli. [eBas/Keputih diwaktu hujan]

About SRPB Jawa Timur

2 comments

  1. Susunan Pengurus baru sudah terbentukah…
    Klo sdh mohon di share…

    • SRPB Jawa Timur

      Segera setelah selesai masa untuk prrnyataan kesediaan dll, kami masih proses agar tidak cacat hukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *