Home / Berita / Keterlibatan Ahli Bencana, Langkah Awal dari Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana

Keterlibatan Ahli Bencana, Langkah Awal dari Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana

Keterlibatan Ahli Bencana, Langkah Awal Dari Kegiatan Pengurangan Resiko Bencana

MALANG, SRPB.WEB.ID – Perlu adanya penanganan yang cepat. Banyak kegiatan pengurangan bencana dengan cara menggali data di lapangan. Tenaga ahli dibutuhkan untuk mengolah data, dengan menyaksikan langsung.

“Saat peristiwa banjir yang melanda daerah Ponorogo, Madiun, dan Ngawi beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung rapat dengan Dirjen Sumber Daya Air,” jelas Emil Estianto Dardak.

Tapi, menurutnya, merubah pola pikir warga mengenai apa itu bencana. Selanjutnya, resiko bencana akan hadir saat bencana itu datang.

Sehingga, solusi cepat dan tepat untuk langkah perencanaan resiko bencana. “Segera dilaksanakan penanganan penanggulangan bencana sesuai rencana dari hasil pengambilan data dilapangan,” ujar Emil, saat menghadiri Rapat Koordinasi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan dalam Penanggulangan Bencana di Hotel Aria Gajayana Malang, Rabu (13/3).

Solusi utama, cepat dan tepat untuk meminimalisir resiko bencana, segera memperbaiki infrastruktur vital, seperti putusnya jembatan. Berikutnya, longsoran tebing, segera diperbaiki sehingga aliran air agar lebih tidak menumpuk pada satu titik dan mengalir sempurna kebawah.

“Akhir dari kegiatan bencana, dibutuhkan satu intruksi terpercaya, untuk memastikan warga bisa kembali ke tempat tinggalnya dan mengamankan barang berharganya,” tambahnya, sebagai Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur termuda.

Dampak yang paling penting dari bencana, yaitu bidang infrastruktur. Putusnya jembatan, sebagai penyambung daerah satu ke daerah lainnya. Berpengaruh besar pada sektor perekonomian warga yang lalu lalang melewati jembatan tersebut sebelum adanya bencana. (rys)

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *