Home / Berita / Lorong Coffee, Saksi Sejarah KTGD Memilih Pengurus Agar Semakin Tanggap

Lorong Coffee, Saksi Sejarah KTGD Memilih Pengurus Agar Semakin Tanggap

Lorong Coffee, Saksi Sejarah KTGD Memilih Pengurus Agar Semakin Tanggap

Menghadapi datangnya ancaman bencana hidrometeorologis, diharapkan berbagai komunitas peduli kemanusiaan didorong agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Paling tidak, melalui grup WhatsApp, mereka saling menginformasikan kondisi cuaca dan potensi bencana di daerahnya maupun daerah lain. Sehingga akan membantu pemerintah dalam menanganinya. Termasuk melakukan edukasi kebencanaan melalui media daring. Itulah salah satu bentuk kerjasama pentahelix yang digagas oleh Doni Monardo, Kepala BNPB. Masalah pengetahuan tentang mitigasi bencana hendaknya juga dijadikan bahasan saat komunitas itu berkumpul, ngobrol bareng sambil ngopi, meningkatkan tali silaturahmi dan wawasan tentang penanggulangan bencana, serta membangun sinergi untuk kegiatan bersama lintas komunitas.

“Menjadi relawan bukan hanya pada dunia kebencanaan saja. apalagi berasumsi bahwa relawan itu hanya di masa tanggap darurat saja. menjadi relawan bukan hanya tentang memberikan sumbangsih pikiran, waktu, tenaga. Namun ada banyak sisi yang bisa kita sumbangkan untuk sesama,” Kata Dian Harmuningsih dalam sebuah postingan di grup WhatsApp. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan saat mengikuti pertemuan komunitas tanggap gawat darurat (KTGD) di “Lorong Coffee”, warung kopi milik Alfin, di daerah Dukuh Kupang, Surabaya, Kamis, (9/1) malam. Ketika itu, Ibunya Falain juga berharap agar komunitas ini tetap kompak dan konsisten dibidang geraknya serta bisa bersinergi dengan SRPB JATIM dalam melakukan aksi-aksi kemanusiaan, khususnya dalam kegiatan edukasi kebencanaan yang dikaitkan dengan medis.

Dalam pertemuan di “Lorong Coffee”, semua peserta sepakat memilih Alfin, sebagai ketua pengurus KTGD. Mereka juga merumuskan beberapa agenda yang disetujui. Seperti rencana konsolidasi membahas iuran anggota, mengadakan audiensi ke komunitas sejenis dan instansi yang bersinggungan dengan kegiatannya, serta rencana siaran di RRI dalam rangka mengenalkan keberadaan KTGD beserta programnya.

“Sebagai komunitas yang peduli di bidang medis dan pertolongan pertama. Kiranya perlu selalu meningkatkan kapasitas dan juga perlu dipikirkan untuk merekrut anggota baru agar semakin kuat sehingga siap mendukung program-program yang digagas oleh dokter Airi,” Kata peserta yang lupa menyebutkan namanya. Maklum, sebagai komunitas baru yang terdiri dari beberapa elemen, belum semuanya saling kenal. Untuk itulah pertemuan yang pertama ini diharapkan segera disusul dengan pertemuan selanjutnya, untuk mempercepat upaya penyamaan chemistry diantara anggotanya. Dalam obrolan di warkop malam itu, juga sempat disinggung tentang perlunya mengetahui peta daerah rawan bencana, untuk menggagas aksi sosialisasi mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana kepada masyarakat yang berdomisili di kawasan rawan bencana, sebagai upaya memberdayakan masyarakat terkait mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. [eB]

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

One comment

  1. Good News,,

    Semoga KTGD semakin kompak dan bisa mengedukasi bnyak masyarakat sesuai misinya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *