Home / Berita / MAHASISWA UIN SUNAN AMPEL SURABAYA KULIAH DI TENPINA

MAHASISWA UIN SUNAN AMPEL SURABAYA KULIAH DI TENPINA

MAHASISWA UIN SUNAN AMPEL SURABAYA KULIAH DI TENPINA

SRPB.WEB.ID- (12/03/2020) Tak lama lagi BPBD Jatim akan meresmikan Tenda Pendidikan Bencana (TENPINA). Sebuah wahana belajar masyarakat tentang masalah bencana alam. Disela persiapan peresmian TENPINA, 30 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, menyelenggarakan kuliah di miniatur lokasi bencana yang letaknya bersebelahan dengan BPBD Jawa Timur.

Dian Harmuningsih -koordinator SRPB Jatim sekaligus dosen mereka- memandu mengenali satu per satu kebutuhan di daerah bencana seperti tenda darurat, toilet darurat, spot bermain anak-anak dan trauma healing. Mereka juga melihat gudang logistik, yakni tempat penyimpanan makanan dan kebutuhan masyarakat jika terjadi tanggap bencana. Seperti makanan cepat saji, obat-obatan. Disiagakan juga peralatan-peralatan yang siap dioperasikan jika terjadi kondisi tanggap bencana seperti mobil komando, mobil rescue, motor trail, tenda keluarga dan pengungsi, genset, water treatment, perahu da mesin serta alat komunikasi. Peralatan penunjang mencakup berbagai mobil termodifikasi seperti untuk memenuhi kebutuhan dapur lapangan, tangki air, toilet, penjernih air dan light tower, sedangkan kategori peralatan khusus adalah speedboat (dolphin, manta, fiber), pompa pemadam kebakaran, perahu amfibi, mobil evakuasi dan logistik. (mohon di cek apakah benar peralatan ini ada)

Disaat yang besamaan, di TENPINA sedang dilaksanakan pelatihan water rain harvesting atau memanen air hujan yang di fasilitatori oleh Komunitas Banyu Bening. Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan “Tadi saya tanya mereka lho. Mereka bilang ini ilmu baru. Saya senang jika TENPINA bisa jadi tepat belajar tentang masalah bencana alam untuk masyarakat termasuk adik-adik mahasiswa ini” “Masyarakat, seperti mahasiwa, pelajar, organisasi, kelompok pengajian, anak-anak PAUD, harus belajar disini. Harus tahu bahwa kita tinggal di daerah rawan bencana, harus tahu apa yang dilakukan jika terjadi bencana” imbuh Gatot Soebroto. Rina, mahasiswi UIN jurusan Ekonomi Syariah asal Kediri mengatakan bahwa ia baru tahu ada cara memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari termasuk minum dan memasak. “Belajar di TENPINA komplit ya. Saya jadi paham ternyata manajemen kebencanaan itu lumayan rumit,” imbuhnya [An/Ls]

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *