Home / Berita / PEMUKIMAN BARU DI WILAYAH KELURAHAN KEPUTIH

PEMUKIMAN BARU DI WILAYAH KELURAHAN KEPUTIH

Kalau tidak salah, memasuki tahun 2000 di wilayah Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, mulailah bermunculan pemukiman baru. Para developer pun berlomba membangun pemukiman baru dengan berbagai ukuran sesuai harga yang ditawarkan kepada konsumen yang dibidik.
Di dalam pemukiman baru itu penghuninya datang dari berbagai daerah dengan budaya, agama dan tingkat sosial ekonomi yang berbeda. Mereka sebagai pendatang yang meninggalkan daerah asalnya untuk mencari nafkah dan memperbaiki nasibnya di Kota Pahlawan, Surabaya. Bekerja sebagai apa saja.
Didalam berbagai literature, dikatakan bahwa Permukiman adalah daerah yang diperuntukkan untuk bermukim, bisa juga disebut perumahan. Permukiman dan perumahan bisa diartikan sebagai daerah tempat berkumpulnya rumah beserta prasarana dan sarana lingkungan, dengan segala sikap dan perilaku penghuninya dalam bermasyarakat.
Sehingga bisa dimaklumi jika hubungan bertetangganya masih sedikit kaku dan saling menjaga jarak karena belum saling mengenal secara mendalam hasil besemuka secara berkala lewat kegiatan bersama, membangun kesepahaman. Itulah yang terjadi di perumahan Keputih, yang berdiri dibekas lahan tambak.
Untuk itulah, manusia sebagai makhluk sosial dan berbudaya hendaknya bisa membangun lingkungan barunya sebagai tempat tinggal berdasarkan kearifan lokal hasil kesepakatan seluruh penghuni perumahan melalui proses sosialisasi dan interaksi. Maka perlu ada wadah yang dibangun untuk berkegiatan yang melibatkan semua warga, penghuni perumahan.
Namanya juga proses, jadi ya memerlukan waktu yang lama. Walaupun, sesungguhnyalah cepat lambatnya proses itu sangat tergantung dari kesadaran bersama untuk membangun lingkungan masyarakat baru. Serta adanya tokoh yang berpengaruh untuk menggerakkan warga perumahan yang datang dari berbagai daerah dengan segala perbedaannya.
Seperti diketahui, tokoh masyarakat adalah orang yang memiliki pengaruh kuat kepada warga masyarakatnya. Pengaruh itu berupa dipatuhinya perintah atau anjuran mereka oleh orang-orang disekitarnya.
peran tokoh masyarakat adalah memberikan pemikiran dan perilaku yang baik bagi masyarakat, dimana, pemikiran dan perilaku tersebut, sejalan dengan apa yang diharapkan masyarakat, terkait keharmonisan hidup di lingkungannya.
Merekalah yang bisa mempercepat proses kesepahaman warga perumahan dalam upaya membangun kebersamaan sebagai warga baru di perumahan yang juga baru dengan segala warna suka dukanya.
Namun, nyatanya, masih banyak pemukiman baru yang penghuninya berkecenderungan hidup individualis sesuai dengan kesibukannya. Artinya, warga perumahan itu dibentuk oleh perbedaan kepentingan, perbedaan faham politik perbedaan latar belakang sosial ekonomi dan sebagainya. Sehingga kesempatan berkumpul bersama sangatlah terbatas.
Hal ini, tanpa disadari akan memunculkan stratifikasi sosial yang berdampak pada rendahnya rasa kebersamaan warga. Untuk itulah perlu didorong terjadinya interaksi sosial yang bisa mendorong munculnya aktivitas sosial warga untuk memupuk rasa kebersamaan, rasa senasib sepenanggungan, “kabeh melu handarbeni”.
Pertanyaannya kemudian, siapakah tokoh masyarakat di pemukiman baru di wilayah Kelurahan Keputih yang bisa menjadi motor penggerak menuju tatanan masyarakat yang humanis, saling peduli kepada sesama sekaligus cinta lingkungan yang asri, nyaman, aman dan damai?. Sudahkah lahir tokoh masyarakat yang diharapkan seperti paparan di atas?. Wallahu a’lam bisshowab. Salam Literasi, selalu menginspirasi. [eBas/selasa kliwon]
Artikel Asal

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *