Home / Berita / PESTA ITU TELAH USAI

PESTA ITU TELAH USAI

PESTA ITU TELAH USAI

SRPB.WEB.ID – Empat hari sudah kita semua meninggalkan Hotel New Grand Park, dekat Pasar Atom, Surabaya. Semua telah kembali kepada rutinitas masing-masing. Bahkan ada yang langsung terjun ke daerah bencana, tanpa rasa lelah menyumbangkan tenaganya, bersama komunitas lain membantu pemerintah melakukan penanggulangan bencana, menolong sesama. Semoga keluarga relawan yang ditinggalkan memenuhi tugas kemanusiaan mendapatkan barokah dan kecukupan rejeki agar tidak dilanda bencana keluarga.

Sementara, panitia pelaksana pun juga sudah mulai beraktivitas melaksanakan panggilan hidup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Baik sebagai anggota masyarakat maupun sebagai anggota keluarga.

Disela-sela aktivitas rutinnya, tentulah sebagai panitia masih punya tanggungjawab untuk menyelesaikan laporan kegiatan kongres yang sungguh luar biasa. Banyak kejadian yang diluar dugaan. Banyak cerita yang bisa dirangkai untuk dijadikan pelajaran ke kemudian hari.

Sungguh sangat elok sekali, senyampang masih hangat dalam ingatan, semua kejadian yang dialami dan dilakukan itu dicatat oleh masing-masing anggota panitia. Semua itu nantinyalewat sebuah rapat bisa dipilah dan dipilih untuk dijadikan semacam pedoman menyelenggarakan kegiatan sejenis di lain hari. Sehinga, siapapun nanti yang akan menjadi panitia, tidak perlu lagi ‘gedandapan’ mencari referensi yang diperlukan. Tinggal menyesuaikan dengan jamannya.

Konon, saat ini beberapa orang yang ditunjuk sedang berpikir keras untuk menyusun pengurus baru SRPB JATIM hasil kongres 2020. Bahkan mungkin juga sedang mencoba menyempurnakan statuta agar sesuai dengan perkembangan jaman milenial yang selalu dikaitkan dengan revolusi industry 4.O, entah yang bagaimana itu. Masih banyak yang belum tahu, tapi tidak sedikit yang sok tahu.

Jelas, saat ini yang terpenting adalah, sebagai koordinator baru harus segera melakukan konsolidasi dengan semua pengurus lama. Mereka harus diajak bicara dalam merencanakan perjalanan selanjutnya. Ini penting agar tidak terkesan “Habis manis Sepah dibuang”

.

Memang, sudah menjadi sunatullah, ada yang datang, pasti ada yang pergi. Namun Semua harus tetap dirangkul untuk menjaga kesinambungan sejarah SRPB JATIM. dengan demikian, akan terjadi estafet kepemimpinan yang mulus tanpa melupakan mereka yang telah turut membangun SRPB JATIM. Bagaimanapun juga kita masih tetap memerlukan mereka yang kaya pengalaman dan pertemanan, dalam rangka memperkuat Human Capital.

Jadi ingat jaman pasca kongres pertama. Dulu pengurus langsung sibuk konsolidasi melalui pertemuan-pertemuan untuk menyamakan chemistry, menyatukan langkah membangun SRPB JATIM dengan segala keunikannya. Semoga aktor-aktor lama masih ingat dan berkenan memberikan pengalamannya serta berbagi cerita tentang suka duka di awal perjalanan SRPB JATIM, yang waktu itu belum dikenal namun sudah menarik perhatian banyak pihak, termasuk oknum yang benci dan rajin menyebar issue miring tentang keberadaan SRPB JATIM.

Tidak ada salahnya jika warna warni awal perjalanan Dian Harmuningsih dan kawan-kawan di paruh pertama tahun 2017 menjadi cermin untuk menyusun strategi memajukan SRPB JATIM melalui program-programnya yang diharapkan bisa menggetarkan unsur-unsur pentahelix. Sehingga keberadaan pentahelix benar-benar bisa bersinergi dalam menggarap program bersama membangun budaya sadar bencana kepada masyarakat.

Kiranya, semua peristiwa yang terjadi di Hotel yang berdiri sejak tahun 1973 itu tidak usah diperdebatkan berlarut-larut. Sudah waktunya ditutup. Cukup dimasukkan ke dalam catatan yang nantinya kita jadikan sebuah kenangan yang terindah. Bahwa kita pernah berbuat bersama mensukseskan kongres ke-2 SRPB JATIM. Ini penting, agar kita segera ‘move on’ ditahun yang bershio tikus ini. Ingat banyak harapan yang telah dilontarkan oleh organisasi mitra. Jangan sepelekan harapannya, dan lanjutkan agenda yang masih tertunda. Wallahu a’lam bishowab. Salam Tangguh. [eBas]

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *