Home / Berita / Puluhan Organisasi Relawan Magetan Gelar Rakor Pengurangan Resiko Bencana

Puluhan Organisasi Relawan Magetan Gelar Rakor Pengurangan Resiko Bencana

Magetan – Lebih dari delapan puluh relawan penanggulangan bencana dan kemanusiaan mengikuti rapat koordinasi Pengurangan Resiko Bencana (Rakor PRB) yang diselenggarakan Sekretariat Bersama Penanggulangan Bencana (SRPB) Kabupaten Magetan pada jum’at, 6 Nopember 2020 bertempat di markas PWM, Jl.Raya Sarangan, Jajar, Desa Campursari Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Rakor Pengurangan Resiko Bencana dengan mengusung tema “Bersatu, Bersinergi Untuk Peduli Untuk Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi” Bencana tersebut dihadiri perwakilan dari 25 organisasi/ lembaga/ komunitas relawan yang tersebar diwilayah Kabupaten Magetan. Chandra Darusman selaku Koor Bidang Pengurangan Resiko Bencana SRPB Magetan berharap kegiatan ini melahirkan ide gagasan untuk melahirkan bentuk – bentuk kegiatan yang riil dapat dirasakan mengurangi potensi kebencanaan dan mengurangi dampak kebencanaan.

Sementara itu Sifaul Anam, selaku Sekretaris SRPB Magetan mengatakan dasar pemikiran diselenggaranya kegiatan ini menurutnya merupakan pelaksanaan kegiatan bekesinambungan dari jejaring relawan di Magetan sejak beberapa tahun lalu yang dikemas dengan Ngopi Periban (Ngolah Pikir Pengurangan Resiko Bencana).

“Giat yang digagas SRPB Magetan khususnya dibawah bidang PRB ini adalah bagian dari tindak lanjut Rakor BPBD Jawa Timur bersama lanjut SRPB Jawa Timur dalam menyikapi hasil riset yang dikeluarkan Institut Teknologi Bandung (ITB) tentang potensi gempa bumi megathrust dan tsunami setinggi 20 meter di sepanjang pantai selatan Jawa Barat dan selatan Jawa Timur, serta kesiapsiagaan maupun kewaspadaan menghadapi potensi bencana dampak dari fenomena La Nina yang diprediksi bakal melanda kawasan Propinsi Jawa Timur khususnya Magetan”, terang Anam

Sawirudin yang akrab dipanggil Sawir, aktifis relawan Magetan dalam memandu rakor PRB SRPB Magetan mengatakan bahwasanya PRB menjadi bagian dari amanat UU nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

“Fenomena La-Lina yang menjadi ancaman potensi terjadinya bencana dimusim penghujan kali ini sebenarnya sudah menjadi wilayah garapan PRB nya berbagai komunitas relawan yang ada di Magetan dengan berbagai skill dan karakter yang berbeda berdasarkan kelembagaanya. Sehingga kali ini kita sepakat untuk memadukan gagasan, pikiran, ide yang bersumber dari berbagai pengalaman relawan dalam keterlibatannya melakukan giat kebencanaan baik penanggulangan/ tanggap darurat maupun rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana guna melahirkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengurangan resiko bencana”, ungkap Sawir

Didalam pelaksanaan Rakor PRB SRPB Magetan 2020 ini dari seluruh peserta yang hadir menggelar kelompok diskusi dengan membagi dalam empat kelompok ancaman kebencanaan yang lebih besar potensinya akibat La-Lina yakni Kelompok diskusi PRB Angin Puting Beliung – PRB Banjir Bandang – PRB Banjir Luapan – Tanah Longsor.

Hal tersebut menurutnya adalah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang memasuki musim penghujan dan seperti halnya peta tujuh kecamatan rawan tanah longsor yaitu, Poncol, Parang, Plaosan, Panekan, Sidorejo, Magetan, dan Ngariboyo.

Selain itu juga ancaman puting beliung akibat la lina jugan menjadi pertimbangan bagi masyarakat Magetan dan potensi luapan anak sungai Bengawan Madiun sering menyebabkan genangan dan banjir di wilayah Kecamatan Kartoharjo dan Barat.

Sementara itu, Trimawan, S.Ag, S.Km, M.Kes selaku Bidang Advokasi SRPB magetan dari unsur relawan MDMC menekankan bahwasanya rekomendasi hasil Rakor PRB Mitra SRPB Magetan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Magetan sebagai salah satu bagian bahan pertimbangn dalam menerapkan program pengurangan resiko bencana di Kabupaten Magetan dengan didukung berbagai pihak baik pemerintah kabupaten dengan menerapkan kebijakan program yang didasakan pada analisis dan dampak program terhadap potensi bencana sebelum dilaksanakan.

“Rekomendasi hasil Rakor PRB Mitra SRPB Magetan ini akan disusun dan disempurnakan oleh tim SRPB Magetan dan juga menjadi program pengawalan bersama dimasing masing relawan mitra SRPB untuk dapat diaplikasikan sesuai dengan skill dan kapasitasmaupun klaster yang berbeda”, pungkas Trimawan

Rakor PRB yang diselenggarakan SRPB Magetan tersebut merupakan tindak lanjut setelah dideklarasikan dan dikukuhkanya sejumlah 31 organisasi relawan di Magetan menjadi Mitra SRPB Kab.Magetan bertempat di Kuwonharjo, Kecamatan Takeran pada beberapa waktu lalu tepatnya pada 12 September 2020. Pengukuhan dilakukan oleh Korordinator SRPB Jawa Timur Dian Harmuningsih dan Bupati Magetan Suprawoto tersebut selain dihadiri Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santoso dan Kepala Dinas Kesehatan Hari Widodo juga dihadiri Gatot Subroto, selaku Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Propinsi Jawa Timur serta Tenaga Ahli BPBD Jatim Suban Wahyudiono. ()

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

One comment

  1. KLASTER NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

    Keputusan Kepala BNPB Nomor 173 tahun 2015 tentang klaster nasional penanggulangan bencana:

    1. Klaster Kesehatan. Tugasnya: Pelayanan Kesehatan, Pengendalian Penyakit, Penyehatan Lingkungan, Penyiapan Air Bersih dan Sanitasi yang berkualitas, Pelayanan Kesehatan Gizi, Pengelolaan Obat Bencana, Penyiapan Kesehatan Reproduksi dalam Situasi Bencana, Penatalaksanaan Korban Mati, Pengelolaan Informasi dibidang Kesehatan.
    Koordinator : Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan
    Wakil Koordinator : Pusat Kedokteran, Kepolisian Republik Indonesia.

    2. Klaster Pencarian dan Penyelamatan. Tugasnya: Mengerahkan, Mengkoordinir, serta mengendalikan sarana dan personil dalam pelaksanaan operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi terhadap korban bencana secara cepat, efisien dan efektif, Pengelolaan Informasi dibidang Pencarian dan Penyelamatan.
    Koordinator : Direktur Operasi dan Pelatihan, BASARNAS
    Wakil Koordinator : Wakil Asisten Operasi, Tentara Nasional Indonesia.

    3. Klaster Logistik, Tugasnya: Pengadaan barang, sandang, permakanan dan peralatan, Bea Cukai (untuk barang yang dibawa dari luar negri/impor), Penyimpanan/Pergudangan, Distribusi Logistik, Keamanan Logistik, Pengelolaan Informasi dibidang Logistik.
    Koordinator : Direktur Logistik, BNPB.
    Wakil Koordinator : Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Kementerian Sosial.

    4. Klaster pengungsian dan Perlindungan, Tugasnya: Penyiapan Dapur Umum, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan berbasis Gender, Tempat Pengungsian, Keamanan, Manajemen Pengungsian dan Penyiapan Hunian Sementara, Perlindungan Kelompok Rentan, Pengelolaan Informasi dibidang Pengungsian dan Perlindungan.
    Koordinator: Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Kementerian Sosial.
    Wakil Koordinator : Asisten Operasi, Kepolisian Republik Indonesia.

    5. Klaster Pendidikan, Tugasnya: Pelayanan Belajar Mengajar Formal dan Informal, Penyiapan Sekolah Darurat, Bimbingan dan Penyuluhan bagi Anak Dewasa, Kerohanian, Pengelolaan Informasi dibidang Pendidikan.
    Koordinator : Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jendral, Kementerian Pendidikan.
    Wakil Koordinator : Sekretariat Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama.

    6. Klaster Sarana dan Prasarana, Tugasnya: Pembersihan puing-puing/debris clearance, Penyediaan Alat Transportasi, Telekomunikasi dan Energi, Penyediaan Hunian Tetap, Penyediaan Air dan Sanitasi, Pengelolaan Informasi dibidang Sarana dan Prasarana.
    Koordinator : Sekretaris Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum
    Wakil Koordinasi : Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika

    7. Klaster Ekonomi, Tugasnya: Pengelolaan Sektor Pertambangan dan Galian, Listrik, Gas, dan Air Minum, Industri Pengolah, Konstruksi, Perdagangan, Hotel dan Restoran, Jasa dan Pertanian, serta Pengelolaan Informasi dibidang Ekonomi.
    Koordinator : Sekretaris Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian
    Wakil Koordinator : Asisten Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

    8. Klaster Pemulihan Dini, Tugasnya: Penguatan Kapasitas pemerintah pusat/daerah untuk koordinasi, Revitalisasi fungsi pemerintah desa/camat/kabupaten/kota/provinsi, Pemulihan Layanan Publik, Sarana Pendukung kepemerintahan, Penguatan Kapasitas Perencanaan dan Pendanaan, Pengelolaan Informasi dibidang Pemulihan Dini.
    Koordinator : Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, Kementerian Dalam Negeri.
    Wakil Koordinator : Asisten Deputi Koordinasi Kebijakan, Penyusunan dan Evaluasi Program Kelembagaan dan Tatalaksana, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *