Home / Berita / Rapat Koordinasi Pengurus di Masa Pandemi Covid-19

Rapat Koordinasi Pengurus di Masa Pandemi Covid-19

RAPAT KOORDINASI PENGURUS DI MASA PANDEMI COVID-19

Dengan tetap mentaati protokol kesehatan, pengurus SRPB Jawa Timur mengadakan rapat pengurus, di Ruang Siaga, lantai dua. BPBD Provinsi Jawa Timur, sabtu (10102020). Walau tidak bisa datang semua, namun rapat tetap berlangsung meriah. Seperti biasanya, konsumsinya pun melimpah penuh berkah. Inilah salah satu yang menguatkan keberadaan SRPB dalam menjalankan programnya. Rapat kali ini membahas program kerja dari masing-masing bidang sesuai amanat rapat koordinasi di Obis Camp, tanggal 21 – 23 Agustus 2020. Masing-masing bidang melaporkan apa-apa yang telah dikerjakan dan yang akan dikerjakan di masa pandemi covid-19. Ya, ternyata banyak juga kegiatan yang telah dikerjakan selama wabah dari Wuhan. Belum lagi masing-masing organisasi mitra SRPB Jawa Timur, yang dengan kemampuan sumber daya manusia yang ada dan dukungan dana yang selalu tersedia kapan saja. Tentu mereka tidak memiliki hambatan yang berarti untuk melaksanakan beragam tugas-tugas kemanusiaan di masa pandemi covid-19 ini. Dengan luasnya jejaring yang dibangun, beberapa organisasi mitra SRPB Jawa Timur berhasil membuat program bersama dengan berbagai pihak, termasuk menggandeng BPBD, BNPB dan instansi terkait lainnya. dari situlah diharapkan terjadi saling belajar dan tukar pengalaman antar organisasi mitra SRPB Jawa Timur dengan konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Dengan konsep ATM itulah, masing-masing organisasi mitra SRPB Jawa Timur bisa mengadopsi program. Tentunya disesuaikan dengan kondisi setempat dan kearifan lokal yang berlaku, agar tidak menimbulkan penolakan. Hal ini mengingat bahwa program kebencanaan itu masih dianggap urusannya pemerintah, bukan urusannya masyarakat. Mungkin, inilah salah satu tugas SRPB Jawa Timur melakukan edukasi kepada masyarakat tentang konsep pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas (PRBBK), yaitu sebuah pendekatan yang mendorong komunitas akar rumput dalam mengelola risiko bencana di tingkat lokal. Upaya tersebut memerlukan serangkaian upaya yang meliputi melakukan interpretasi sendiri atas ancaman dan risiko bencana yang dihadapinya, melakukan prioritas penanganan/ pengurangan risiko bencana yang dihadapinya, mengurangi serta memantau dan mengevaluasi kinerjanya sendiri dalam upaya pengurangan bencana. Namun pokok dari keduanya adalah penyelenggaraan yang seoptimal mungkin memobilisasi sumber daya yang dimiliki dan yang dikuasainya serta merupakan bagian integral dari kehidupan keseharian komunitas (Paripurno, 2006). PRBBK juga didefinisikan sebagai upaya pemberdayaan komunitas agar dapat mengelola risiko bencana dengan tingkat keterlibatan pihak atau kelompok masyarakat dalam perencanaan dan pemanfaatan sumber daya lokal dalam kegiatan implementasi oleh masyarakat sendiri (Abarquez & Murshed, 2004). Sebuah agenda yang perlu dirumuskan bersama dengan melibatkan BPBD setempat dan komunitas lain agar tidak terjadi tumpang tindih program yang dapat menimbulkan kesalah pahaman. Beberapa program lain yang perlu mendapat perhatian bersama adalah rencana membangun komunikasi dan kemitraan dengan berbagai ‘leading sector’ sebagai upaya perwujudan konsep pentahelix. Serta, mengoptimalkan publikasi melalui media sosial yang telah dimiliki oleh SRPB Jawa Timur dengan mendorong organisasi mitra untuk berpartisipasi aktif mempublikasikan kegiatannya. Tentunya, rencana program di atas harus segera dimulai dengan menjadikan bahasan di grup whatsapp. Siapa tahu dari berbagai komen yang lalu lalang itu tercipta gagasan cerdas dalam sebentuk aksi nyata. Wallahu a’lam bisshowab. [Dh]

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *