Home / Berita / Relawan Peduli Lingkungan

Relawan Peduli Lingkungan

RELAWAN PEDULI LINGKUNGAN

SRPB.WEB.ID- Sungai Buntung yang melewati daerah Bungurasih, Waru, Sidoarja, penuh sampah. Bermacam sampah memenuhi permukaan sungai. Saking banyaknya, airnya sampai tidak kelihatan. Ada sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga, banyak pula sampah plastik, potongan kayu dan geragal sisa bangunan juga dibuang di sungai oleh mereka yang tidak mengerti manfaat Sungai. Bahkan saking tidak pedulinya, warga setempat dengan enaknya membuang ban bekas, bantal, kasur, sofa, pakaian dan bahkan bambu, ranting pohon dan kayu gelondongan pun memenuhi Sungai. Hal ini membuat kedalaman sungai yang seharusnya pada kisaran 3 meter, tinggal setengah meter. Hal ini karena cepatnya proses pendangkalan akibat sampah yang menumpuk. Sehingga wajar jika turun hujan deras yang agak lama, di daerah Bungurasih terjadi banjir karena sungai tidak sanggup menampung air hujan.

Dampak dari terjadinya banjir yang menggenangi halaman, bahkan masuk ke rumah penduduk sekitar, adalah munculnya bau yang tidak sedap dan berbagai penyakit. Seperti diare, gatal-gatal, flue pilek dan rematik. Belum lagi bahaya penyakit yang ditimbulkan dari kotoran tikus. Belum lagi bahaya hewan reptile seperti ular dan kalajengking memasuki pemukiman. Kondisi kumuh dan tidak sehat itulah kemudian mengundang keprihatinan komunitas relawan untuk berbuat sesuatu agar daerahnya bebas banjir. Salah satunya adalah mengadakan kerja bakti membersihkan sampah yang memenuhi sungai. Apa yang dilakukan oleh komunitas relawan itu merupakan bentuk peduli terhadap lingkungan. Dengan caranya sendiri mereka mengajak khalayak ramai melalui media sosial untuk berperan aktif dalam kegiatan kerja bakti membersihkan sampah sungai.

Namun yang namanya upaya penyadaran untuk peduli lingkungan itu memerlukan proses panjang, maka kegiatan kerja bakti membersihkan sampah di sungai buntung kurang mendapat dukungan masyarakat sekitar. Bahkan, setelah dibersihkan, kini sungai buntung dan sekitarnya mulai dipenuhi sampah lagi. Apatisme warga yang daerahnya menjadi langganan banjir inilah yang seharusnya menjadi perhatian dinas terkait. Salah satunya adalah melalui program penyuluhan pengurangan risiko bencana dan peduli lingkungan. Ini bisa bekerjasama dengan komunitas yang bergerak dibidang lingkungan hidup. Misalnya komunitas Nol Sampah yang berupaya memanfaatkan sampah dengan konsep 3R, yaitu reuse, reduce, dan recycle. Dimana itu memiliki arti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Sedangkan Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan terjadinya sampah, dan Recycle itu bermakna mengolah kembali baran bekas/sampah untuk dijadikan barang atau produk baru yang bermanfaat. Di beberapa daerah, sekarang sudah ada gerakan bank sampah sebagai upaya mengelola sampah agar bermanfaat. Kegiatan semacam inilah yang seharusnya dikenalkan kepada masyarakat. Seperti melalui kegiatan PKK, yasinan, posyandu, karang taruna, remaja masjid dan lainnya, termasuk jika memungkinkan diajarkan juga di sekolah melalui keiatan ekstra kurikuler. Semua ini dilakukan dalam rangka menumbuhkan masyarakat peduli lingkungan, termasuk menjaga kebersihan aliran sungai dari sampah dalam rangka upaya mendukung gerakan pengurangan sampah, khususnya sampah plastik.

Terkait dengan upaya bagaimana mengurangi sampah, diantaranya seperti yang mulai dilakukan oleh relawan SRPB JATIM, membiasakan membawa botol (tumbler) sendiri yang bisa diisi ulang daripada membeli air minum kemasan dalam botol plastik sekali pakai. Bisa juga dengan membawa kotak makan sendiri ketika membeli makanan daripada dibungkus tas kresek. Termasuk saat berbelanja ke pasar diupayakan membawa tas sendiri. Artinya, dalam membangun peduli sampah, sudah saatnya komunitas relawan seperti SRPB JATIM membangun sense of belonging (rasa memiliki), sense of awareness (pandaangan yang sadar). Artinya relawan harus bisa menjadi pionir untuk meningatkan edukasi lingkungan bagi masyarakat. Paling tidak ikut menggalakkan gerakan membuat lubang biopori, mengolah sampah organik, membuat kerajinan dari sampah plastik, dan sejenisnya. Wassalam. [eB]

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *