Home / Berita / RELAWAN PIKET DI PUSDALOPS BPBD JATIM

RELAWAN PIKET DI PUSDALOPS BPBD JATIM

Sugeng Yanu, sebagai penasehat seKretariat bersama relawan penanggulangan bencana jawa timur (SRPB JATIM), lewat short massage service (SMS), menghimbau agar SRPB JATIM ikut berperan saat bencana terjadi dimana-mana. Paling tidak dibentuk semacam piket untuk bergiliran ‘merapat’ ke posdalops BPBD Provinsi Jawa timur.
 
Siapa tahu tenaga dan pikirannya dibutuhkan untuk eksekusi darurat bencana. Misalnya membantu kirim logistik ke Pacitan atau daerah lain dengan naik truck warna orange yang menjadi kebanggaan BNPB/BPBD.
 
“Paling tidak situasi sekarang ada bedanya setelah terbentuknya sekber,” tulisnya.
 
Himbauan Sugeng Yanu direspon pengurus SRPB JATIM. Mereka, khususnya yang berdomisili di Surabaya secara bergilir merapat, piket di Pusdalops menemani staf yang sedang bertugas mengolah data, mengumpulkan informasi bencana, khususnya banjir dan longsor Pacitan dari lapangan.
 
Sementara, tidak sedikit anggota SRPB JATIM yang sudah (dan akan) terjun ke Pacitan atas nama organisasinya. Mereka saling berbagi informasi melalui grup WhatsApp SRPB JATIM, sehingga semua anggota bisa mengikuti perkembangan Pacitan, dari waktu ke waktu.
 
Alhamdulillah, petugas Pusdalops dengan senyum tulusnya menerima kehadiran relawan. Menemani ngobrol, memberitahu proses olah data, memberi informasi lain sambil ngopi dan menikmati jajanan yang ada.
 
Dino, salah seorang staf Pusdalops, menyambut baik kehadiran relawan anggota SRPB JATIM. bahkan, pria berkacamata ini berharap agar kehadiran relawan ini dibakukan (dengan surat perintah dari kalaksa) sebagai salah satu program SRPB JATIM. Sehingga tidak hanya Arisan Ilmu Nol Rupiah saja yang dikerjakan dan sudah terbukti banyak menginspirasi.
“Paling tidak, dengan system piket ini akan semakin mengakrabkan relawan dengan staf BPBD, dan akan menambah wawasan. Karena, sedikit banyak disitu akan terjadi pembelajaran,” Ujarnya setelah menerangkan tentang perkembangan siklon dahlia kepada relawan yang berkesempatan piket.
 
Konon, ada yang bilang, pusdalops itu merupakan pusat pengendali krisis (Crisis Center). Sebagai pusat sirkulasi informasi yang menjadi rujukan pihak-pihak yang berkepentingan terkait dengan bencana yang terjadi. Misalnya, untuk bahan pengambilan kebijakan, maupun upaya pemenuhan kebutuhan di lapangan dengan cepat, tepat dan terukur.
 
Dengan demikian, crisis center itu idealnya berisi berbagai elemen yang terkait. Ada unsur Din sos, Din kes, Dinas PU, Kesbang linmas, Polisi, TNI, Dunia usaha, LSM/NGO dan SKPD lainnya termasuk relawan. Sungguh, banyak hal yang dapat dipetik, jika pusdalops bisa diramaikan oleh banyak elemen.
 
Semoga himbauan Sugeng Yanu yang mengajak relawan piket di pusdalops bisa diterima dengan baik. Diberi arahan dan bimbingan agar bisa berkontribusi dan bersinergi untuk melaksanakan program penanggulangan bencana sesuai dengan kapasitasnya. [eBas/Hamid]*

About ahas

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *