Home / Berita / Rencana Tindak Lanjut itu Perlu

Rencana Tindak Lanjut itu Perlu

Gelaran akhir tahun yang diadakan di Hotel Singgasana oleh bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Provinsi Jawa Timur telah berakhir. Semua peserta telah kembali ke habitatnya masing-masing dengan segala lelah dan aneka kenangan yang indah diceritakan kepada koleganya.

 

Seperangkat hasil yang menjadi rekomendasi telah diserahkan kepada panitia untuk di rumuskan, dan kemudian diserahkan ke BPBD Provinsi Jawa Timur. Harapannya bisa menjadi bahan masukan dalam menyusun kebijakan tahun 2021 nanti.

 

Walaupun tanpa pembagian kaos atau seminar kit seperti biasanya, kegiatan yang mengambil tema “Sinergitas dan Gotong Royong dalam Penanggulangan Bencana”, berlangsung aman terkendali penuh makna persaudaraan diantara para pahlawan kemanusiaan dengan kapasitas dan latar belakang yang berbeda.

 

Kini, tinggal bagaimana menindak lanjuti segala rekomendasi yang telah dihasilkan. Apakah tidak perlu dikawal perjalanannya sampai kita yakin bahwa “Suara Relawan dari Singgasana” benar-benar telah sampai dan dibahas dalam rapat-rapatnya ?. atau sekedar rekomendasi tanpa lanjutan ?. Wallahu a’lam bishowab.

 

Biasanya dalam sebuah diklat, lokalatih maupun workshop, selalu ada yang namanya rencana tindak lanjut (RTL). Biasanya dirupakan dalam program kerja yang akan dilakukan dalam jangka waktu tertentu.

 

Ada yang mengatakan bahwa rencana tindak lanjut adalah kegiatan pasca pelatihan sebagai upaya untuk memastikan peserta mampu mengimplementasikan materi yang di dapat ke dalam program organisasinya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya.

 

Setelah menyusun RTL peserta mampu : 1. Mengendalikan dirinya dan melaksanakan program yang telah disusunnya sendiri 2. Mengembangkan pengetahuannya agar dapat mewarnai program organisasinya 3. Selalu berusaha untuk merealisasikan komitmennya sebagaimana tersirat pada RTL yang disusunnya. 4. Meningkatkan kepercayaannya terhadap dirinya sendiri 5. Membiasakan diri untuk melaksanakan program yang telah dicanangkan oleh organisasi.

 

Alangkah eloknya jika masing-masing personil yang berkesempatan mengikuti perhelatan di Hotel Singgasana, sabtu dan minggu (24-25/10/2020), sesegera mungkin menindaklanjuti dengan mengimbaskan pengalamannya kepada sesamanya, untuk kemudian mensinkronkan dengan program yang telah dibuat agar bisa segera dieksekusi dalam sebuah aksi organisasi.

 

Mungkin, dimasa pandemi covid-19 ini, yang bisa dilakukan adalah melakukan konsolidasi internal dan peningkatan kapasitas relawan yang dilakukan secara daring atau luring dengan mentaati protokol kesehatan.

 

Konsolidasi internal antar pengurus, antar anggota dan antar sesama pahlawan kemanusiaan, kiranya perlu dilakukan secara berkala. Termasuk membuka ruang diskusi kecil diantara berbagai komunitas untuk sekedar ngobrol saling mengingatkan lelaku yang dipandang kurang elok dalam rangka memperkuat soliditas yang telah dibangun agar tidak mudah luruh hanya karena persoalan remeh temeh. Seperti miskomunikasi karena kurang bisa saling memahami dan menjaga hati masing-masing pribadi.

 

Yang jelas, pertemuan di Hotel Singgasana itu penuh kenangan bagi masing-masing orang. Tinggal bagaimana memaknainya dalam program ke depan. Semoga pertemuan yang pertama ini bukanlah yang terakhir kalinya. Namun akan diagendakan menjadi pertemuan rutin sebagai ajang bersemuka diantara elemen pentahelix yang konon sebagai mitra strategis BPBD dalam upaya penanggulangan bencana. [Ebas/Ocha]

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *