Home / Berita / SRPB JATIM BELAJAR DI HOTEL MERCURE

SRPB JATIM BELAJAR DI HOTEL MERCURE

Perkembangan pandemi di Jawa Timur yang mencemaskan itu membuat presiden minta BNPB berbuat sesuatu untuk membantu satgas percepatan penanganan covid-19 Provinsi Jawa Timur. Konsepnya adalah melibatkan semua elemen pentahelix tanpa mengganggu program yang telah ada.

“Tolong, kawan-kawan relawan mitra SRPB diajak terlibat agar kita bisa lebih cepat membantu. Kami dari BNPB bukan niat membuat sesuatu yang baru disini, namun kami akan melibatkan semua yang sudah ada, kita lanjutkan dan kita sinergikan, agar semua elemen pentahelix bisa bekerjasama lebih maksimal,” Ujar Lilik Kurniawan, Deputi Pencegahan, BNPB dalam Rapat koordinasi dukungan pencegahan percepatan penanganan covid-19 provinsi Jawa Timur, di Hotel Mercure, Sabtu (25/7).

Saat rehat, semua peserta rapat membaur menikmati kudapan yang beraneka rasa. Sayang jajan Klepon tidak ada. Mungkin pihak Hotel tahu jika Klepon sedang viral.

Ternyata, sambil nyruput kopi Hotel, banyak informasi yang mengalir memperkuat pernyataan formal saat rapat. Bahkan info yang tak sempat terucap dalam rapat pun keluar dengan sendirinya. Ya, kadang bahasa informal itu lebih mudah dipahami. Itulah pentingnya lobi.

“Pak Papang, saya minta maaf gak membersamai krn repot persiapan lamaran adik saya,” Kata Dian Harmuningsih, menyapa saat bertemu Pangarso Suryotomo, staf BNPB yang dekat dengan SRPB.

Sebagai koordinator SRPB, Dian menjelaskan juga bahwa di periode ke 2 ini, banyak melibatkan kawan-kawan dalam kegiatan. Wawan Kimiawan, sebagai wakil koordinator banyak membantu. Juga pelibatan koordinator bidang.
Seperti acara di Hotel Mercure kali ini, empat koordinator bidang yang hadir. Pakde Kopros di Humas, Kak Azelin di kemitraan, mas Leo di sarpras, dan Ning Puspita di Keanggotaan.
“Semua pelibatan ini saya maksudkan untuk pembagian tugas yang lebih terarah, dan terstruktur, seperti istilah yang sering dimunculkan Prof SM, sapalibatisme,” Ujarnya.

Pak Papang, begitu biasa disapa, memaklumi langkah emaknya Falain dalam rangka pendelegasian wewenang. Yaitu proses penyerahan tugas, atau tanggung jawab di organisasi dari pengurus ke seseorang anggota yang ditunjuk. Bisa juga dikatakan sebagai penyiapan regenerasi.

Diskusi pun semakin gayeng ketika Pak Hendro, Ning Puspita turut bergabung. Pertukaran informasi pun semakin seru. Sebuah pembelajaran yang sangat berharga untuk peningkatan kapasitas relawan di bidang penalaran.
Seperti biasanya, emaknya Falain selalu membawa jajan. Kali ini dia membawa jajan ketan hitam dan jadah (tetel, kata orang surabaya, uli kata orang betawi). Ternyata semua suka. Begitulah, makanan tradisional berbasis potensi lokal itu memang masih menjadi ‘Klangenan’ di era milenial.

Pada kesempatan itu, Pak Hendro, dosen UNITOMO, sambil menikmati Ketan, mengatakan bahwa sudah saatnya KKN tematik, mengiringi pembelajaran online. Kita bisa petakan aksi peduli masing-masing mahasiswa di daerah asalnya.
“Kalo relawan bisa, mahasiswa juga harusnya bisa,” Katanya, yakin.
Sesungguhnyalah konsep KKN tematik itu memang masih baru, sehingga perlu di sosialisasikan lebih massif kepada khalayak ramai agar paham letak perbedaannya dengan KKN konvensional.
Begitulah suasana rapat yang dihadiri oleh semua elemen pentahelix untuk melawan pandemi covid-19.

Disisi lain, kegiatan di Hotel Mercure ini juga menjadi ajang reuni relawan mitra SRPB. Dengan semangat gotong royong, mereka berbagi cerita dan juga ada yang membawa oleh-oleh yang dinikmati bersama sambil selfi dengan gaya yang hebat.

Banyak muka baru yang belum saling kenal, sehingga agak gagu saat bertemu. banyak yang serius dan sangat antusias mendengarkan semua paparan. Ya beginilah seharusnya relawan juga harus bisa duduk manis menyimak materi untuk peningkatan kapasitas diri.
Ini penting, untuk menepis anggapan bahwa relawan hanya bisa dilibatkan dalam kegiatan tanggap darurat saja yang mengutamakan aktivitas fisik saja. Buktinya dalam rapat mereka juga aktif menyampaikan gagasan dan usulan yang solutif dan menginspirasi.

“Saya sempat bertemu Cak Jie, yang sekarang aktif di BNPB. Dia mbisiki saya, bahwa selama ini tetap bersemangat “mengibarkan bendera” SRPB Jatim kemana-mana, walau jarang kumpul bersama, di Omah Ngarep Sawah,” Kata Dian, dengan mata berbinar.

Berharap kegiatan di Hotel Mercure menjadi ajang pembelajaran bagi SRPB dalam berorganisasi untuk memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai pihak. Semoga kawan-kawan yang terlibat membantu satgas jatim dalam kegiatan percepatan penanganan covid-19 tetap sehat dan bersemangat tanpa melupakan protokol kesehatan. Salam Tangguh, Bersatu, Bersinergi Untuk Peduli. [Dh]

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

One comment

  1. Belajar dan terus belajar adalah semangat yg harus dimiliki oleh relawan.

    Belajar bisa dimana saja kapan saja bersama siapa saja tentang apa saja

    Yg penting harus bisa membagi waktu utk keluarga,
    organisasi, masyarakat dan masa depan agar tdk terpuruk nantinya

    Banyak contoh yg bisa dijadikan bahan pelajaran dlm kehidupan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *