Home / Berita / Suka Duka Tim SRPB Jatim Tangani Pekerja Migran Indonesia

Suka Duka Tim SRPB Jatim Tangani Pekerja Migran Indonesia

Surabaya – Sebanyak 9 relawan dari organisasi mitra Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim ikut membantu pelaksanaan administrasi karantina dan pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI).

Kegiatan ini dilaksanakan Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Para relawan organisasi mitra SRPB Jatim ini membantu petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Surabaya. Pelaksanaannya sudah berjalan sejak 9 Mei 2021.

Setiap harinya ada 2 orang relawan membantu entry data. Mereka melayani para pemudik dari luar negeri terkait hasil swab dan jadwal kepulangan. Kegiatan ini rencananya akan berlangsung hingga Juli 2021.

Ada beberapa kisah menarik dalam melayani PMI ini. Di antaranya ada PMI asal Cirebon yang sudah 5 hari berada di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Ia merasa dipingpong dalam kepulangannya. Namun, berkat bantuan relawan, akhirnya ia berhasil pulang ke kampung halamannya.

“Ada pula ibu yang hendak dijemput petugas dari daerah asalnya. Namun, namanya tidak masuk dalam daftar penjemputan,” ungkap salah satu Koordinator Tim Relawan SRPB Jatim di Asrama Haji Sukolilo, Aslichatul Insiyah, Selasa (18/5).

Dengan wajah kemerah-merahan, ia minta tolong agar bagaimana bisa pulang bersama rombongan. “Akhirnya kita cek hasil swab-nya negatif. Kita bantu petugas penjemputnya untuk menguruskan. Alhamdulillah bisa pulang,” kisah Azelin, panggilan Aslichatul Insiyah.

Ada pula kisah ibu bapak yang punya anak berusia 3 tahun. Anak tersebut hasil swab-nya positif sehingga harus dikarantina. Namun kebijakannya hanya satu orang yang boleh menunggu. Ibu ini minta tolong agar bagaimana bisa ikut menunggu anaknya juga.

“Kita bantu koordinasi dengan Ibu Perwira Yunita. Akhirnya ibu bapak ini bisa nunggu bareng anaknya,” imbuh Azelin.

Untuk mengurangi kerumunan di dalam ruangan makan, tim dari SRPB Jatim juga ikut mengatur para PMI ini. Ada pula PMI yang tidak tertib memakai masker. Mereka ini diingatkan dengan pendekatan humanis.

Tim SRPB Jatim juga membantu seorang ibu yang hasilnya negatif dan masuk dalam daftar kepulangan ke daerahnya. Namun anaknya positif dan dirawat di rumah sakit. Berkat kerja sama tim, akhirnya ibu ini bisa menjenguk anaknya.

“Ada juga PMI dari Pamekasan yang sakit kanker telinga. Ia ingin segera pulang. Namun karena jadwal kepulangan belum ada, ia harus menunggu,” ungkap Azelin.

Ada pula dua orang PMI yang merubah lokasi kepulangannya. Awalnya dari Sampang dan Bangkalan. Namun ingin pulang ke Pamekasan. Hal ini sulit dilakukan dan butuh koordinasi lagi.

Azelin sendiri bertugas di bagian depan yang mencatat nama dan paspor PMI dan dilakukan pengecekan. Sedangkan Salsabila dari Mahagana UINSA bertugas mengecek hasil swab dan input data. Dia dibantu oleh Sudirman dari Saka Wanabakti Sidoarjo.

Beberapa permasalahan lainnya juga muncul. Di antaranya ada PMI yang menunda kepulangannya gegara istrinya masuk rumah sakit. Ada pula yang minta pindah alamat tujuan kepulangan. Dari Jember ke Lumajang. Padahal, dari notifikasi kepulangan tujuannya Jember. Alasannya ingin mengikuti suami.(*)

Tim Relawan SRPB Jatim untuk Kepulangan PMI di Asrama Haji Sukolio, Surabaya

1. Rachmad Subekti Kimiawan (Koordinator 1)
2. Aslichatul Insiyah (Koordinator 2)
3. Mochamad Adzani Sihabuddin (BP 13 Sidoarjo)
4. Sudirman (Saka Wanabakti Sidoarjo)
5. Darwien Pattikawa (RPBI)
6. Nyaman (SPMAA Santana)
7. Achmad Fachrurrozi (Jabrik)
8. Endah Pratiwi (Mahagana UINSA)
9. Salsabila Jannah (Mahagana UINSA)
10. Alfons Rizqi Fairuzi (MRI ACT)
11. Bayu Agung Ramadhani (Mapalas Unitomo)

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *