Home / Berita / Vital, Penggunaan Frekuensi Radio Disaat Tanggap Bencana

Vital, Penggunaan Frekuensi Radio Disaat Tanggap Bencana

SURABAYA, SRPB.WEB.ID – Suara obrolan tanpa henti di handy talky (HT), saling menanyakan informasi kepastian keberadaan dan kelancaran kegiatan penjemputan rombongan. Standby dan duduk dimeja, beberapa orang disebuah tenda dengan HT lengkap beserta seperangkatnya. “CORE Surabaya dari jam 3 pagi, sudah standby,” kata M. Sigid I W, relawan dari Communication and Rescue (CORE) Surabaya.

CORE mempunyai fungsi untuk memperlancar traffic frekuensi radio sebagai penunjang dibidang komunikasi. Saat terjadi bencana, digunakanlah frekuensi khusus, kebutuhan frekuensi komunikasi cepat dengan lainnya yang berbeda jarak dan waktu menggunakan HT. “Sebagai sarana dukungan komunikasi radio dalam usaha-usaha misi kemanusiaan, dikondisi darurat bencana,” tambahnya, Sigit dengan callsign YB3DMF, sebagai anggota Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI) lokal Surabaya.

Vital, Penggunaan Frekuensi Radio Disaat Tanggap Bencana

Berseragam, warna putih kombinasi orange dengan berompi dan topi hitam, berdiri didepan meja dengan berbagai perangkat radio dan telpon satelit, memberikan penjelasan penggunaannya. Dari penjelasan yang sederhana sampai detail, ditenda gelar perlengkapan acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dengan seperangkat yang minim (darurat, red), komunikasi HT bisa menjangkau keseluruhan daerah terdampak bencana. Asal kebutuhan power (listrik, red) terpenuhi dengan menggunakan baterai accu yang ada di mobil atau motor, sifat arus listriknya bolak balik. Artinya tidak perlu mengisi daya listrik lainnya dan sangat mudah penggunaannya. Tambahan seperangkat antena dari kabel bisa di setting tidak terlalu tinggi, dengan keahlian khusus.

Bertepatan hari ini (2/2), sampai tiga hari kedepan, rakornas BNPB di Jatim Expo Surabaya dihadiri Presiden Joko Widodo. Bersamaan memukul kentongan (sebatang bambu kedua ujung tertutup, red) berkali-kali bersama Kepala BNPB dan jajarannya. Sebagai wujud tanda persiapan dini dari kesiapsiagaan seseorang dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Tidak hanya pemaparan dari para ahli dan akademisi, diluar gedung tempat rakornas berlangsung, dipamerkannya produk dan kelengkapan peralatan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana. Peralatan standar keamanan, mobil dapur umum, perahu dan motor tempel, kendaraan taktis, drone (pesawat tanpa awak, red), aplikasi informasi pemetaan bencana, sampai alat komunikasi dari keluaran pabrikan (branded, red) dan rakitan sendiri. (rys)

About ahas

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *