Home / Berita / Warga Pahami 80% wilayah Desa Blongko Waspada Longsor

Warga Pahami 80% wilayah Desa Blongko Waspada Longsor

Dian Harmuningsih Koordinator SRPB Jatim mewawancarai relawan Destana Tunggul Manik Desa Blongko

Nganjuk – Tim Peninjau Lapangan Lomba Destana (Desa/Kelurahan Tangguh Bencana) hadir di Desa Blongko, kecamatan Ngetos,Nganjuk (22/9/2020).

Tim juri yang terdiri dari unsur BPBD Jatim, SRPB (Sekretariat Bersama Relawan Penanggulangan Bencana) Jatim, DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Dinas Sosial Provinsi Jatim, IABI (Ikatan Ahli Bencana Indonesia) Jatim ini dipimpin oleh Andhika NS – Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Jawa Timur.

Acara peninjauan lapangan diawali dengan pemaparan profil desa Blongko oleh Kepala Desa, Gunawan dan untuk detailnya dilakukan oleh Abdul Rochman selaku Ketua Relawan Destana Tunggul Manik.

Dalam paparannya, Kepala Desa Gunawan bersyukur bahwa partisipasi warga sangat luar biasa. Kawan-kawan relawan Tunggul Manik banyak bekerja membantu dirinya.

Foto Bersama Aparat Desa dengan Tim Peninjau Lapangan Lomba Destana

Nama Tunggul Manik sendiri menurut Abdul Rochman, punya arti baik. Tunggul artinya sumber, manik artinya kesuburan/kemakmuran. Tak heran nama baik ini mejadi penyemangat para relawan dalam giat kemanusiaan. Apalagi 22 RT di wilayahnya 80% waspada bencana longsor.

Warga desa sangat memahami situasi tempat tinggal mereka. Bahaya bencana yang mengintai seperti longsor, kebakaran hutan/lahan, angin puting beliung serta wabah tanaman akrab dengan kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat desa sudah sangat paham akan bahaya bencana dan masyarakat pernah mengadakan simulasi sebanyak tiga kali” kata salah satu relawan Destana saat tanya jawab dengan tim peninjau.

Dian Harmuningsih Koordinator SRPB Jatim mengatakan bahwa Desa Blongko luar biasa lengkap, seluruh (20) indikator yang disyaratkan dalam kategori Utama lomba ini telah di paparkan dengan baik oleh para relawan. “Itu artinya lengkap semua indikatornya” jelas Dian.

Pemaparan Tim Penilai Lapangan

Setelah melakukan peninjauan di 4 aspek yang meliputi risiko, kesiapsiagaan pemerintah desa dan relawan, anggaran serta kesehatan. Tim penilai lapangan memaparkan hasil peninjauan tiap aspek di Wisata Religi Salam Judeg atau biasa disebut Bukit Salju . Suasana asri hutan pinus, sejuk dan mendung menggayut menambah suasana kekeluargaan terasa.(*)

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

3 comments

  1. Jaya selalu destana blongko……..salam tangguh

  2. Mantab KAWAN

  3. Samangat TEMAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *