Home / Berita / WARKOP TRENDI GRATIS WIFI

WARKOP TRENDI GRATIS WIFI

Diakui atau tidak, saat ini warung kopi (warkop) embongan kelas rakyat jelata, semakin tampil trendy untuk memanjakan pelanggannya. Walau kondisinya, kebanyakan masih ala kadarnya, bahkan agak kumuh dan bau, namun di dalamnya kini sudah dipasang saluran wifi untuk para pelanggannya, yang keranjingan media sosial, Bagi pelanggan warkop, menikmati kopi dengan racikan sendiri di rumah akan terasa berbeda ketika mereka menikmati kopi di warkop. Apalagi kini ada wifi gratisan.
Sebenarnya, beberapa warkop sudah menyediakan Koran, Tivi, bahkan ada fasilitas yang full music dan layar lebar untuk nobar. Pelanggan tinggal milih media mana yang diminati, tinggal cari warkop yang sesuai. Harga dagangannya juga relatif sama diantara warkop embongan, hanya beda tempat dan siapa segmennya.
Sungguh, tidak nyangka, ternyata masing-masing warkop itu punya pelanggan setia sendiri-sendiri. Ada warkop yang menjadi tempat mangkalnya anak muda, nongkrongnya mahasiswa belajar bersama, ada pula warkop yang jadi langganannya kaum tua, para pekerja melepas penat. Semua tujuannya sama, santai dulu nyruput kopi sambil melepas penat menjalani rutinitas hidup.
Ya, warkop memang menjadi tempat sederhana namun menyenangkan. Di warkop pasti menyediakan kopi ireng hingga kopi sasetan, sesuai selera pelanggannya. Tua dan muda berbaur, tidak ada sekat dalam menikmati kopi dan jajanan. Semua sama di depan secangkir kopi yang disajikan dengan layanan sabar.
Menurut kacamata sosiologi, ini membuktikan bahwa warkop mempunyai potensi kultural yang dapat menggiring masyarakat ke arah pergeseran sosial, tempat yang cocok untuk menemukan dan menggali ide gagasan liar, serta sumber informasi dan inspirasi. Ya, kebiasaan ngopi telah melahirkan sebuah subkultur baru, dan berkembang menjadi gaya hidup dengan jargor “Kuat dilakoni, gak kuat ditinggal ngopi”. Bahkan ada yang bilang, sehari tidak cangkruk di warkop rasanya ada sesuatu yang hilang, ada yang kurang dalam hidup ini. Ya, ngopi dulu bro….
Konon, fasilitas wifi gratis yang disediakan oleh masing-masing warkop tidak berkorelasi positif terhadap omset dagangannya. Dengan kata lain, keberadaan wifi hanyalah sarana untuk mempertahankan pelanggannya agar tidak lari ke lain warkop. Terbukti, jumlah jajanan yang dijual tidak bertambah banyak, begitu juga dengan jenis jajanan yang ditawarkan pun tetap itu-itu saja. disamping kopi ireng dan aneka minuman, juga ada singkong goreng, pisang goreng, tape goreng, nasi bungkus, mie instan, aneka kerupuk, dan rokok eceran. Itulah dagangan standar warkop.
Warkop pun kini menjadi sebuah peluang kerja kuliner yang cukup menjanjikan. Kini, hampir di setiap pinggir jalan, yang namanya warkop dengan berbagai tampilannya, mulai menjamur dan menjadi tempat cangkruk’an yang ‘enak lan kepenak’ sambil menikmati lalu lintas malam.
Warkop pun kini tidak lagi identik dengan warungnya wong melarat. Karena warkop sudah mengikuti jaman. Ada yang khusus menjaring golongan menengah dengan menu kekinian, warkop pun juga ada yang melayani kaum kaya dengan menyajikan variasi menu yang kebarat-baratan. Ya, mereka tampil beda sesuai target marketnya. Sementara yang sama adalah fasilitas wifi gratis. [eBas]
Artikel Asal

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *