Home / Berita / YANG SEMPAT TERCATAT DARI KONGRES II SRPB JATIM TAHUN 2020

YANG SEMPAT TERCATAT DARI KONGRES II SRPB JATIM TAHUN 2020

YANG SEMPAT TERCATAT DARI KONGRES II SRPB JATIM  TAHUN 2020

SRPB.WEB.ID-SURABAYA,Usai sudah gelaran kongres SRPB JATIM yang ke 2 dengan damai dan penuh keceriaan. Masing-masing peserta beringsut meninggalkan Hotel New grand Park, Surabaya, dengan membawa sejuta kenang dan setangguk harap kepada pengurus terpilih. Semoga nanti tidak akan muncul anggapan adanya dominasi kepengurusan. Diharapkan pula muncul wajah-wajah baru dalam kepengurusan yang bener-bener kober ngurusi SRPB JATIM, bukan sekedar pinter dan numpang nama di struktur kepengurusan, seperti parikan ludruk, ‘Manuk glatik cucuke abang, mari dilantik terus ngilang’. Dengan semangat kebersamaan, prosesi kongres bisa dilewati dengan sukses. Makanannya enak dan semua kebagian, dan tak lupa souvenir dari BPBD Provinsi Jawa Timur berupa kaos oren yang menarik hati sekaligus menambah mbois yang memakainya. Apalagi di depan Hotel ada warung kopi yang menjadi pangkalan peserta kongres penggemar udud, memainkan asapnya sambil berbagi cerita, mengakrabkan paseduluran. Siapa tahu dari situ terjadi kesepakatan bersama untuk ditindak lanjuti.

Semua itu tidak lepas dari kerja keras panitia pelaksana yang “Gulung Gemek”. Semua, pinjam istilahnya Azelin, memberikan kinerja terbaik dan berusaha menyelaraskan serta menyiapkan segalanya demi suksesnya kongres. Tak kalah pentingnya, partisipasi relawan yang diundang sesuai data di buku direktori relawan yang siap cetak, penuh semangat turut serta menyemarakkan perhelatan ini. Namun seperti biasa terjadi di setiap perhelatan, yang namanya keteledoran dan khilaf itu selalu saja terjadi dan bisa diselesaikan dan tidak berpengaruh terhadap jalannya kongres. Memang, saat menjelang pembahasan tata tertib pemilihan pengurus, sedikit memanas karena perbedaan memaknai isi buku panduan kongres SRPB JATIM. semua itu terjadi karena mayoritas peserta yang hadir adalah wajah baru yang diutus oleh induk organisasinya. Sehingga wajar mereka bertanya dan tidak sependapat, sehingga tercipta suasana berbantah yang kesannya bertele-tele, menghabiskan waktu yang diberikan oleh pihak Hotel, terkait dengan pembiayaan. Itulah yang membuat kongres semakin dinamis dan berakhir manis. Kongres yang dibuka oleh kalaksa BPBD Provinsi Jawa timur ini diikuti oleh 200 relawan, mengusung tema “Penguatan Kapasitas Relawan dan Organisasi Penanggulangan Bencana, sebagai bagian Sinergitas Pentahelix untuk Meningkatkan Pelayanan serta Pengabdian Masyarakat”. Harapannya benar-bener bisa mewujudkan sinergitas yang semakin nyata untuk kemudian bisa menggetarkan semua elemen pentahelix dalam rangka memujudkan budaya sadar bencana serta membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana secara mandiri. Inilah salah satu pekerjaan berat yang harus ditampakkan oleh pengurus baru hasil kongres 2020.

Minggu legi (1/3), siang hari, Dian Harmuningsih, dinobatkan kembali sebagai koordinator untuk yang ke dua kali. Tentu, kedepan emaknya Falain ini harus dibantu oleh pengurus milenial yang bener-bener kober dan bener. Sukur-sukur banter lan pinter dalam menterjemahkan semua harapan dari berbagai pihak yang selama ini mengamati sepak terjangnya, dalam bentuk program yang memberdayakan organisasi mitra, seperti yang tersirat dalam motto ‘bersatu, bersinergi, untuk peduli’. Ucapan selamat atas suksesnya gelaran kongres SRPB JATIM dan terpilihnya istri mas Lutfi sebagai koordinator untuk yang kedua kalinya, datang dari berbagai pihak. Tentu disertai berbagai harapan agar SRPB JATIM dengan seluruh jajaran dan mitranya selalu dalam keberkahan. Celakanya, harapan yang muncul itu kadang diluar ekspektasi Dian dan kawan-kawan.

Ada yang istimewa dalam kongres ini, yaitu kehadiran Profesor Syamsul Maarif, guru besar Unej Jember. Dengan gayanya yang meledak-ledak, beliau berharap agar pengurus SRPB JATIM yang baru nanti semakin meningkatkan ’Human Capital’ relawan melalui program-programnya. Sehingga keberadaannya bisa mendukung agenda BPBD Provinsi Jawa Timur yang saat ini memiliki 13 potensi ancaman bencana. Mantan orang penting di BNPB ini juga berharap agar segala pengalaman, potensi dan kompetensi yang dimiliki, bisa dijadikan bahan obrolan dalam program arisan ilmu, untuk saling menguatkan dan mengingatkan sesuai statuta yang disepakati. Semoga apa yang disampaikan pemilik Joglo Kadiren (Joka) bisa mewarnai program yang akan dirumuskan oleh pengurus baru. Termasuk melanjutkanagenda yang tertunda. Selamat bekerja wahai pengurus baru. Doa kami dinadimu. Yakinlah Tuhan akan bersama orang-orang yang berani memegang amanah kongres ke-2, SRPB JATIM, 29 februari – 1 maret 2020. Salam Tangguh. [eB]

About SRPB Jawa Timur

Check Also

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema …

3 comments

  1. Pri Djoko Utomo

    Selamat untuk Mbak Dian Hermuningsih yg terpilih kembali untuk menahkodai kapal besar yg bernama SRPB Jatim di Konggres II, di Surabaya ini.
    Semoga program2 yg sedang, sudah, dan akan dirangcangnya menjadi alat, media, dan tonggak bagi mitra kerja SRPB untuk berpikir, berkata-kata, dan bertindak dengan sebaik-baiknya untuk krnaslahatan sesama.
    Salam tangguh
    Salam lestari
    Dan, S
    alam krmanusiaan.

    -pdu-
    -SAR SER-

  2. Pri Djoko Utomo

    Selamat untuk Mbak Dian Hermuningsih yg terpilih kembali untuk menahkodai kapal besar yg bernama SRPB Jatim di Konggres II, di Surabaya ini.
    Semoga program2 yg sedang, sudah, dan akan dirangcangnya menjadi alat, media, dan tonggak bagi mitra kerja SRPB untuk berpikir, berkata-kata, dan bertindak dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan sesama.
    Salam tangguh
    Salam lestari
    Dan,
    Salam krmanusiaan.

    -pdu-
    -SAR SER-

  3. Ojo sampe SRBP digawe numpang nama untuk kepentingan pribadi/organisasi induk.. benar adanya diperlukan orang2 yg bukan sekedar pintar.. tapi di perlukan orang yg mau & bisa.. ada hal yg tdk etis di ungkap selama konggres salah satunya”dikuasai pengurus lama dsb” dan kita maklumi krn memang mereka blm tahu srpb.. sdh selayaknya organisasi membekali utusannya ttng srbp sebelum berangkat..
    Dan yg bikin saya sbg pribadi sangat kecewa dua suara tdk sah….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *